Anak Muda Wajib Mengembangkan Diri Agar Dapat Berperan di Era Milenial
Merdeka.com - Era keterbukaan informasi membuka peluang bagi generasi muda Indonesia untuk belajar banyak hal untuk mengembangkan kreativitas. Apalagi, Indonesia memiliki banyak potensi untuk diolah secara kreatif.
"Bidang ekonomi kreatif memiliki 16 subsektor, yaitu arsitektur, penerbitan, televisi dan radio, film, animasi dan video, seni kriya, aplikasi dan game, desain interior, musik, desain komunikasi visual, fashion, desain produk, periklanan, fotografi, kuliner, seni rupa, dan seni pertunjukan," kata Ketua Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) Hetifah Sjaifudian saat menjadi pembicara dalam seminar pendidikan dengan tema 'Cita-Cita, Karir dan Perjuangan Generasi Milenial Untuk Membangun Potensi Indonesia' di Ruang Kura-Kura I DPR RI, Rabu (18/9).
Menurut Wakil Ketua Komisi X DPR, ini dibutuhkan beberapa hal untuk pelajar dan mahasiswa menghadapi dunia kerja. Yaitu pondasi literasi, kompetensi dan karakter.
Sekjen KPPG Tetty Kadi mengungkapkan, dunia pendidikan terus mengalami perkembangan. Banyak inovasi baru dalam dunia pendidikan, karena itu generasi milenial perlu terus belajar mengembangkan diri agar dapat menjalankan perannya di era milenial.
"Saat ini kita menghadapi generasi milenial dengan gadget sebagai senjata utama kehidupan. Dahsyatnya perkembangan teknologi informasi menyebabkan perubahan pola pikir dan perilaku remaja. Oleh karena itu, kita ingin memberikan pemahaman dan mendorong generasi muda atau milenial yang notabene merupakan pemimpin masa depan untuk ikut aktif menggali potensi-potensi besar negeri yang kita miliki. Berkaca dari itulah kami menyelenggarakan seminar ini," ujar Tetty.
Di tempat yang sama, pengamat Bidang Strategi dan Motivator Alfiantono memaparkan, banyak potensi bangsa yang harus dimanfaatkan generasi muda. Dia juga mengungkapkan dua hal yang bisa menjadi kunci sukses Indonesia.
"Kita punya potensi pertanian, wisata, industri, budaya, maritim. Tidak semua negara lain punya seperti kita. Ada dua kunci sukses. Pertama inovasi. Indonesia nomor 85, Malaysia nomor 35. Kunci kedua kewirausahaan. Kita nomor 94, Malaysia nomor 58. Ini PR besar kita ke depan," kata Alfiantono.
Demi mempercepat potensi ekonomi ini, Alfiantono pun mendorong agar pengembangan sumber daya manusia yang lebih masif. Terlebih, Indonesia pada tahun 2020 akan mendapatkan bonus demografi usia produktif.
Sedangkan Direktur Kemahasiswaan Kemenristekdikti, Didin Wahidin, menerangkan peran Kemenristekdikti dalam pembangunan SDM unggul Indonesia.
"Kemenristekdikti mempunyai peranan dalam membangun SDM pendidikan tinggi yang berkompetensi, terampil dan profesional untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, industri dan negara," jelas Didin.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya