Anak berusia 8 tahun meninggal dunia, didiagnosa suspect antraks
Merdeka.com - Seorang bocah berumur 8 tahun meninggal dunia di RSUP Dr Sardjito pada 6 Januari lalu. Didiagnosa, bocah berinisial H warga Sleman itu suspect Antraks.
Menurut Kepala Bidang Humas dan Hukum RSUP Dr Sardjito, Trisno Heru Nugroho, bocah itu merupakan pasien rujukan dari RSUD Sleman. Pasien tersebut dirujuk ke RSUP Dr Sardjito pada 31 Desember yang lalu.
"Kondisi pasien saat datang sudah panas tinggi. Kesadarannya terus menurun. Begitu datang langsung dipasang ventilator untuk membantu bernapas," jelas Heru, Jumat (20/1).
Heru menambahkan, pasien langsung dirawat di ruang Pediatric Intensive Care Unit (PICU). Kondisi pasien terus memburuk. Setelah dirawat di PICU selama 6 hari akhirnya nyawa pasien itu meninggal dunia.
Ketika dirawat di RSUP Dr Sardjito, pasien H sempat dilakukan uji laboratorium untuk mengetahui penyakitnya. Dari hasil uji laboratorium tersebut, pasien H didiagnosa suspect virus bacilius anthracis (antraks).
Heru menerangkan bahwa saat ini pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman masih melakukan investigasi terkait penyebab kematian pasien tersebut. Tim Dinkes Sleman melakukan pemeriksaan lingkungan dan keluarga pasien.
"Keluarga pasien tidak kena antraks. Tapi hasil investigasi 3 hingga 4 hari nanti akan kami sampaikan," tutur Heru.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya