Ali lega dapat hubungi keluarga yang berada dekat pusat gempa Situbondo
Merdeka.com - Gempa bumi berkekuatan 6,3 skala righter berpusat di Situbondo sempat membuat panik sanak kerabat, apalagi yang tinggal berjauhan. Kepanikan di antaranya dirasakan oleh Ali Afifi, yang mengaku memiliki nenek dan banyak saudara di Pulau Sapudi, Sumenep, Madura.
Afifi mengaku panik setelah mengetahui pusat gempa berada di sekitar Pulau Sapudi, tempat nenek dan kerabatnya tinggal. Ia berusaha menghubungi untuk menanyakan kondisi.
"Nenek dan saudaranya ibu saya di Sapudi, rumah keluarga saya memang di sana," kata Ali Afifi saat dihubungi Kamis (11/10).
Afifi sendiri tinggal di Sumenep. Saat gempa terjadi dirinya juga keluar rumah untuk menyelamatkan diri. Namun saat memantau lewat internet mengetahui pusat gempa berada di lautan, dengan posisi sebelah timur pulau Sapudi.
Ia mengaku baru lega setelah berhasil berkomunikasi dengan budhe dan pak dhenya, Muslihah dan Bunariyanto yang tinggal di Dusun Wa' Duwa', Desa Pancor, Pulau Sapudi.
"Kalau di rumah sendiri di Desa Wa' Duwa' , Desa Pancor jarang rumah yang rusak, sekadar genting rutuh, tembok retak-retak. Ada sih tetangga yang terkena pecahan kaca di kaki," katanya.
Paling parah terjadi di Desa Prambanan yang posisinya di Sapudi bagian timur. Di situ banyak rumah rusak dan korban meninggal 3 orang.
"Saya terus nanya ke temen-temen, bertanya perkembangannya, kalau yang meninggal masih 3 orang, yang luka-luka 11, kemudian nambah menjadi 25 orang," katanya.
Tetapi memang pusat arah timur, sementara rumah keluarga Afifi di bagian tengah pulau Sapudi. Bagian parah terjadi di Nyamplong dan Prambanan. "Kalau yang parah bagian timur, karena hampir berdekatan dengan titik pusat gempanya itu," tegasnya.
"Saat kejadian shock, warga keluar rumah beramburan. Agak lama menunggu di luar, mau masuk nggak berani. Takut ada gempa susulan, tapi ternyata tidak ada. Cuma gempanya agak lama itu," kisahnya.
Kata Afifi untuk perjalanan ke Pulau Sapudi dari Sumenep memakan waktu sekitar 2,5 jam dengan menggunakan perahu atau kapal kecil. Bisa lewat Kalianget atau Tungkek ke Tarebung.
Khusus kapal hanya bisa lewat Kalianget-Tarebung, setiap Kamis dan Minggu. Kalau perahu memang dapat setiap waktu ditempuh.
"Pasti keluarga yang merantau panik dengan kejadian semalam, tetapi alhamdulillah keluarga saya sehat semua. Ada kerusakan tapi tidak terlalu parah, genting jatuh dan tembok retak," akunya bersyukur.
(mdk/ded)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya