Aktivitas Anak Krakatau Tinggi, Pelayaran di Selat Sunda Tak Terganggu
Merdeka.com - Aktivitas Gunung Anak Krakatau masih tinggi hingga berstatus waspada. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau masyarakat tidak melakukan aktivitas radius 2 km dari puncak kawah.
"Saat ini gunung anak krakatau masih melontarkan lava pijar secara terus menerus jadi radius 2 km dari puncak lahar tidak boleh ada aktivitas," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho saat konferensi pers di Kantor BNPB, Jakarta, Selasa (25/12).
Ia menambahkan, aktivitas gunung anak Krakatau saat ini juga masih berpotensi Tsunami susulan. Sehingga, masyarakat dilarang keras beraktifitas di sepanjang pantai.
Kendati intensitas dari aktivitas gunung anak Krakatau masih tinggi, Sutopo mengatakan hal itu tidak mengganggu pelayaran di Selat Sunda. "Tidak mengganggu pelayaran di Selat Sunda," tukasnya.
Sebelumnya hal senada juga dikatakan Kasubid Mitigasi Gunung Api Wilayah Barat Kristianto yang menyebut aktivitas Gunung Anak Krakatau masih tinggi. Hingga kini, status Gunung Anak Krakatau masih level dua, alias Waspada.
"Sampai sekarang aktivitas Gunung Anak Krakatau masih tinggi, karena erupsi masih terjadi, aliran larva, lontaran material pijar, suara dentuman masih ada," ujar dia di Kantor Badan Geologi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Pos Pemantauan Gunung Api Anak Krakatau.
Menurut dia, wajar jika masyarakat masih resah dengan aktivitas Gunung Anak Krakatau. Jika kondisi sedang sepi, maka suara dentuman kencang dari Gunung Anak Krakatau bisa terdengar hingga puluhan kilo meter.
"Aktivitas seperti ini berlangsung dari bulan Juni. Paling tinggi malah di bulan September dan Oktober dentumannya. Kaca sampai getar," kata dia.
(mdk/eko)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya