Akses Layanan Kesehatan Ginjal Belum Merata
Merdeka.com - Hari Ginjal Sedunia yang jatuh pada tanggal 12 Maret kembali diperingati di Indonesia dengan tema 'Ginjal Sehat untuk Semua di Mana Saja'. Momentum peringatan ini menjadi penting bagi pemerintah untuk mengevaluasi akses layanan kesehatan ginjal di Indonesia.
Perhimpunan Nefrologi Indonesia atau Pernefri menyoroti masih rendahnya akses layanan kesehatan ginjal di Tanah Air. Menurut Ketua Umum PB Pernefri, Aida Lydia fasilitas kesehatan ginjal tidak tersebar di seluruh daerah.
Berdasarkan catatan Pernefri, daerah yang memiliki fasilitas kesehatan ginjal memadai hanya Pulau Jawa dan Sumatera. Sulawesi dan Bali masuk kategori daerah yang memiliki cukup fasilitas kesehatan ginjal.
"Paling sedikit Kalimantan, Papua," kata Aida di Manhattan Hotel, Jakarta, Rabu (11/3).
Pada umumnya terapi bagi pengidap gagal ginjal bisa dilakukan dengan dua cara yakni Hemodialisis (HD) dan Peritoneal Dialysis (PD). Saat ini, Indonesia hanya memiliki 180 unit HD. Padahal, Indonesia memiliki 267 juta jiwa berdasarkan data tahun 2019.
"Dari data kami di Indonesia tercatat hampir 180 unit HD, seharusnya lebih besar dari itu," ujarnya.
Pemerintah diharapkan segera mengevaluasi pemerataan fasilitas kesehatan ginjal. Stakeholder terkait seperti tenaga kesehatan, organisasi profesi serta masyarakat diharapkan ikut membantu menggalakkan pencegahan terhadap penyakit ginjal.
Menurut Aida, ada dua penyebab utama terjadinya penyakit gagal ginjal di Indonesia, yakni hipertensi dan diabetes. Selain hipertensi dan diabetes, obesitas turut menyumbang penyebab gagal ginjal.
Gagal ginjal sebetulnya bisa dicegah dan progresivitasnya bisa diperlambat. Caranya menjaga hidup sehat dengan melakukan aktivitas fisik teratur, mengontrol tekanan darah dan gula darah, menjaga berat badan ideal serta makan makanan sehat.
Selain itu, perlu minum air yang cukup, tidak merokok, tidak mengonsumsi obat-obatan secara bebas tanpa resep dokter, memeriksa fungsi ginjal apabila berisiko mendapatkan gangguan ginjal.
"Jadi gagal ginjal itu bisa dicegah. Tapi begitu terkena gagal ginjal tidak berarti langsung kiamat. Bisa ditangani dengan cuci darah, peritoneal dialysis, transplantasi ginjal, hemodialysis," jelas Aida.
(mdk/bal)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya