Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Akan temui Kapolri, Amien Rais risau kerap terjadi kekerasan

Akan temui Kapolri, Amien Rais risau kerap terjadi kekerasan Prabowo bertemu Ratna Sarumpaet. ©twitter.com/fadlizon

Merdeka.com - Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Koalisi Indonesia Adil dan Makmur akan menemui Kapolri Jenderal Tito Karnavian dalam waktu dekat untuk membahas dugaan penganiayaan yang dialami aktivis Ratna Sarumpaet. Mereka berharap kepolisian bisa mengungkap kasus ini dan peristiwa diskriminasi lain secara terang benderang.

Dewan Pembina Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi Amien Rais ikut bereaksi atas dugaan kekerasan yang dialami oleh Ratna Sarumpaet. Amien menyinggung belakangan banyak terjadi kekerasan di bumi Indonesia.

"Dalam dua hari ini Pak Prabowo dan teman-teman partai koalisi akan menemui Pak Kapolri dan kita bicara sebagai satu keluarga besar mengapa dalam bulan-bulan terakhir ini terjadi penganiayaan, terjadi pelanggaran HAM yang sangat-sangat mendasar, jadi dari hati ke hati," kata Amien Rais saat jumpa pers di kediaman Prabowo Subianto Jl Kertanegara IV, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (2/10) malam.

Amien berharap kepada Kapolri sebagai orang yang bertanggung jawab terhadap keamanan nasional, bisa menerima masukan dari pihaknya, supaya tahun politik berjalan sejuk dan tak terulang kasus serupa.

Dewan Pembina Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno tersebut itu ingin Polri menegakkan hukum dengan keadilan, dan seharusnya bisa menangkap para pelaku keonaran dan keguncangan sosial yang makin membuat negeri ini seperti tidak menentu.

"Jadi sudah secara umum ada beberapa ulama yang dibunuh oleh orang gila, terus juga ada ulama yang dicincang, maaf dianiaya oleh orang-orang gila, kemudian bayangkan di siang bolong pejuang Demokrasi seperti Neno Warisman juga dibully, bahkan maaf diberi treatment yang tidak pantas sama sekali," ucapnya.

"Kemudian malam hari ibu Ratna Sarumpaet menuju ke Jakarta dengan dua temannya dari Malaysia dan Sri Lanka, kemudian sopirnya sudah diatur, turunnya jauh dari lobi airport, kemudian detail nya saya kira enggak usah kita katakan," sambungnya.

Aktivis reformasi ini enggan membeberkan rinci kepada publik kronologi pengeroyokan yang dialami Ratna. Intinya pihaknya akan menemui Kapolri untuk bicara dari hati ke hati.

"Karena sudahlah ini zaman transparansi, kita tidak bodoh-bodoh amatlah, jadi insya Allah asal ada kesetiaan, kita akan pecahkan, bicarakan sebaik-baiknya. apalagi kami ini sampai April menjadi semakin sensitif," ucap Amien.

Oleh karenanya, koalisi Adil dan Makmur ingin meratakan atmosfer udara politik menjadi semakin bersih dan apa yang dialami Ratna Sarumpaet menjadi peristiwa terakhir.

"Karena itu dengan niat baik kami satu dua hari ini kami Kapolri akan bisa ketemu," tutup mantan Ketua MPR itu.

(mdk/rnd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP