Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Airnav tegaskan penyebab kecelakaan Lion Air sangat kompleks

Airnav tegaskan penyebab kecelakaan Lion Air sangat kompleks proses evakuasi korban lion air jatuh di karawang. ©2018 Merdeka.com/lion air

Merdeka.com - Pengamat kebijakan publik Agus Pambagio menilai kecelakaan pesawat Lion Air PK-LQP di Tanjung Karawang merupakan buah dari kesalahan dalam pelaksanaan regulasi. Namun di sisi lain dia menyampaikan agar masyarakat tidak menjadi dukun dengan berspekulasi sebab jatuhnya pesawat Lion Air jenis Boeing 737 MAX 8 jet.

"Karena hal semacam ini menurut saya pelaksanaannya ada masalah kalau kita bicara soal regulasi. Secara kasat mata orang awam memang tidak bisa lihat, jangan jadi dukun mengawang-ngawang. Itu harus direview lagi, libatkan saja siapa yang ahli-ahli untuk lihat ini," ujar Agus dalam diskusi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (3/11).

Sementara itu, Corporate Secretary Airnav Indonesia Didit Radityo menyebutkan, terkait pengecekan pesawat laik terbang, pihaknya sudah melakukan sesuai aturan-aturan keberangkatan pesawat Lion Air PK-LQP.

"Izinnya kita cek kembali semuanya dan evaluasi sesuai ketentuan yang berlaku," ungkapnya.

Menurutnya meski sudah melewati tes kelaikan terbang, kejadian yang menimpa pesawat Lion Air, penyebabnya sangat kompleks. Oleh karena itu dia berharap agar masyarakat tidak berspekulasi jauh, dan menunggu pihak Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengungkapkan sebab insiden jatuhnya pesawat Lion Air.

"Proses ketika pesawat itu mengalami kendala operasional, di kokpit kru mereka akan kasih tahu yang di darat melalui sistem atau sinyal, kemudian di darat akan kasih tahu solusi bisa menyelesaikan masalah tersebut. Di darat pun mereka sudah siapkan kalau ada malfunction pada operasional," jelasnya.

"Ketika ada indikasi failure di pesawat bisa manual perbaiki, untuk lakukan a,b,c,d. Namun sekali lagi kita enggak berandai-andai, karena teknologi bisa saja rusak walaupun sudah dilakukan cek, karena penyebab itu sangat kompleks dan tidak mungkin single contributor," lanjut Didit.

Dia juga menegaskan uji kelayakan penerbangan Indonesia sudah di atas standar Internasional, hasil itu sesuai hasil audit Universal Safety Oversight Audit Programme (USOAP) yang dilakukan oleh ICAO. Sehingga Indonesia dinilai bagus dalam Peraturan dan implementasi keselamatan penerbangannya.

"Penerapan keselamatan di Indonesia dengan hasil audit ICAO yaitu USOAP, menyatakan compliance adalah 81%, di atas rata-rata negara dunia yang 62%. Sehingga membuat Indonesia berada di ranking 55 di Asia Pasifik dan ke 2 di Asia Tenggara," tuturnya.

(mdk/bal)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP