Airin Ingatkan Warga Terapkan Protokol Kesehatan Tekan Penyebaran Covid-19

Jumat, 23 Oktober 2020 23:02 Reporter : Kirom
Airin Ingatkan Warga Terapkan Protokol Kesehatan Tekan Penyebaran Covid-19 Airin Rachmi Diany. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Wali Kota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany mengatakan, penanganan percepatan Covid-19 akan dievaluasi menyusul status zona merah Kota Tangerang Selatan. Saat ini angka kesembuhan pasien di atas 80 persen, namun angka kematian akibat Covid-19 masih ada.

"Saya sudah instruksikan Insyaallah sore ini kita bahas dan diskusi dengan Dinkes, sehingga Tangerang Selatan tidak zona merah," kata Airin di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang Selatan di Jalan Raya Maruga, Kecamatan Ciputat, Jumat (23/10).

Airin menegaskan, saat ini Tangerang Raya, Provinsi Banten, melakukan perpanjangan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hingga akhir November 2020. PSBB itu diperpanjang setelah angka kematian akibat Covid-19 masih ditemukan di Tangerang Raya.

"PSBB diperpanjang satu bulan. Kita terus kerja keras tentunya, karena kalau dilihat angka kesembuhan naik di atas 80 persen, tapi angka kematian masih ada. Sehingga itu menjadi PR (pekerjaan rumah) kita melakukan evaluasi," kata dia.

Airin mengatakan, dalam PSBB perpanjangan ini, tak jauh berbeda dengan pelaksanaan PSBB sebelumnya. Namun pihaknya mendorong agar penyemprotan disinfektan terus dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan petugas di tingkat kelurahan dan kecamatan se-Tangerang Selatan.

"PSBB sama saja, tetapi kita dorong agar penyemprotan disinfektan terus dilakukan BPBD, baik spot BPBD dan permintaan RT/RW baik juga yang dilakukan kecamatan kelurahan," terang dia.

Selain penyemprotan Airin mengaku juga telah meminta para camat dan lurah kembali mengaktivasi Satgas Covid-19 tingkat RT/RW yang dinilainya saat ini belum maksimal.

"Kita aktifasi Satgas Covid-19 level RT/RW belum maksimal, sehingga saya intruksikan camat dan lurah untuk mengaktifasi kembali satgas RT/RW sesuai tupoksi, kita mendorong masyarakat menjalankan protokol kesehatan di lingkungan rumahnya. Fokusnya bukan cek poin, tapi mendorong kedisiplinan kepada masyarakat agar ini menjadi kebutuhan dan kebiasaan bukan keharusan saja," kata dia.

Sementara pada hilirnya, dia akan melakukan evaluasi terhadap pasien meninggal akibat Covid-19. Apakah karena lambannya penanganan pasien di Rumah sakit atau hal lain.

"Ditingkat hilir, kita lakukan evaluasi persoalan orang meninggal karena apa, karena terlambat masuk penanganannya, apakah mungkin kurang fasilitas, apa obatnya dan lainya. Ini yang terus kita lakukan evaluasi," ucap dia. [gil]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini