Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ahok minta polisi usut telepon Habib Novel pada tanggal 27 September

Ahok minta polisi usut telepon Habib Novel pada tanggal 27 September Sidang Lanjutan Ahok. ©2017 Merdeka.com/Pool

Merdeka.com - Terdakwa kasus penistaan agama Basuki T Purnama (Ahok) mengungkap sejumlah momen penting yang terjadi di sidang ke empat dengan agenda menghadirkan saksi dari pihak jaksa. Ahok mempermasalahkan kesaksian dari Habib Novel Bamukmin.

Dalam persidangan itu, Novel mengaku pada 27 September lalu, pihaknya ditelepon banyak orang di Kepulauan Seribu yang mengatakan bahwa Ahok telah menistakan agama. Ahok meragukan kesaksian Novel ini.

"Justru saya kalau dia ketahuan saksi palsu, saya harap dia dipenjara 7 tahun. Habib Novel mengatakan, sorenya 27 September banyak telepon masuk menelepon beliau dari Pulau Seribu mengatakan saya menista agama," kata Ahok usai bersidang di gedung Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Selasa (3/1).

Pihaknya pun mempertanyakan siapa orang yang menelepon tersebut. Sayang, tidak mendapatkan respons yang positif dari Habib Novel.

"Katanya sudah hapus SMS dan teleponnya," kata Ahok menirukan jawaban Novel.

Ahok pun meminta kepolisian usut, lacak benar atau tidaknya ada telepon dari Kepualau Seribu kepada Novel.

"Maka kita akan ajukan polisi, untuk meminta bukti dari provider, Tanggal 27 September 2016 sore, ada berapa orang yang telepon ke Jakarta dari Pulau Seribu ke nomor Habib Novel. Dia tulis pelaporan tersebut atas kehendak umat Islam se-Indonesia," terang Ahok.

(mdk/rnd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP