Ahok: Katanya kalau dari survei justru saya pasti kalah
Merdeka.com - Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut dua, Basuki Tjahaja Purnama, memutuskan mengurangi intensitas kampanyenya. Dia lebih banyak melakukan kunjungan langsung ke rumah-rumah warga termasuk membesuk yang sakit.
Ahok, sapaan Basuki, sempat menjelaskan alasan dirinya melakukan cara lain di kampanye putaran dua. "Kalau dari survei, justru saya pasti kalah, katanya gitu. Kalau gitu ini pembuktian, saya datang ke tempat yang menang. Berarti memang kita utamakan orang sakit," jelas dia saat ditemui di Jl H Syaip, Gandaria Selatan, Jakarta Selatan, Rabu (5/4).
Dia menilai, masa kampanye putaran kedua sangat sempit, hanya satu bulan setengah. "Saya mikir gini lah, ini kan waktu sangat pendek, misalnya kalau Tuhan enggak izinin saya jadi gubernur, saya tetap jadi gubernur sampai Oktober. Berarti saya harus beresin kesehatan ini. Supaya sistem sudah ada, itu yang penting," jelasnya.
Bagi Ahok, menjadi seorang Gubernur DKI Jakarta yang terpenting adalah bagaimana masyarakat bisa melihat hasil kerja selama memimpin. Sehingga proses untuk menjadi pemimpin Pemprov DKI Jakarta bukan merupakan hal yang penting.
"Jadi pejabat itu yang penting itu bukan jadinya. Yang paling penting setelah kamu tidak jadi kamu ninggalin apa. Sehingga orang ingat, oh ini zaman Pak Ahok loh berobat enggak bayar loh, ini yang penting," tutupnya.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya