Adaptasi Kebiasaan Baru Seniman di Tengah Pandemi Covid-19

Sabtu, 17 Oktober 2020 23:06 Reporter : Dedi Rahmadi
Adaptasi Kebiasaan Baru Seniman di Tengah Pandemi Covid-19 Musik Klasik. pixabay ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Pandemi Covid-19 yang sudah berjalan selama delapan bulan menciptakan kebiasaan baru. Tak terkecuali para pekerja seniman yang juga harus membiasakan diri dengan adaptasi kebiasaan baru.

Penyanyi juara Bintang Radio Indonesia dan ASEAN, Rando Sembiring membatasi diri untuk tidak bepergian keluar rumah. Kondisi pandemi Covid-19 membuat banyak jadwal manggungnya batal, tetapi Rando tidak lupa bersyukur untuk beberapa pekerjaan yang masih bisa diterimanya seperti live streaming, acara sosial, dan tawaran lagu dari beberapa pencipta lagu.

Menurutnya, pada kondisi saat ini yang terpenting adalah kesehatan dan berpikir positif untuk bisa memunculkan sebuah ide karya. Dia selalu menerapkan protokol kesehatan 3M (mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak). Selain itu, senior di industri musik yang tetap berkarya di masa pandemi Covid-19 menjadi motivasi untuk dirinya sebagai pendatang baru di blantika music Indonesia.

"Inspirasi dari pengalaman pribadi dan lingkungan juga mempengaruhi, seperti keluarga,” ujar Rando dalam talkshow di Media Center Satgas Covid-19 Graha BNPB, Jakarta (17/10)

Ia mengakui sebenarnya cukup kesulitan ketika harus menyanyi sambil menggunakan masker, tapi ia berusaha untuk menyesuaikan dengan keadaan sekarang ini. Kebiasaan baru seperti menggunakan masker saat keluar rumah, menjaga jarak, dan mencuci tangan sesering mungkin juga dilakukannya.

Di samping itu, ia juga merasakan beberapa perbedaan ketika menyanyi di panggung dan live streaming. Salah satunya seperti koneksi yang bermasalah.

"Kalau sebagai penyanyi ada kekurangpuasan, waktu perform karena biasa nyanyi ditonton banyak orang, tapi sekarang banyak orang nonton dari live stream. Jadi ada perbedaan, kalo manggung adrenalin naik karena tepuk tangan, disambut penonton, dan penonton ikutan nyanyi, itu perbedaanya," katanya.

Baginya, untuk menghadapi tantangan menyanyi di era pandemi Covid-19 ini adalah menyanyi dengan tujuan untuk menghibur. Sebagai seorang penyanyi, banyak atau sedikitnya penonton, yang terpenting tujuannya adalah untuk menghibur.

"Lebih merasa bersyukur di masa pandemi, masih bisa sehat dan dapat kerjaan. Harus belajar menerima yang mengalami ini bukan kita sendiri, tapi global. Harapannya pandemi ini cepat berakhir," sambungnya.

Rando juga sempat mengeluarkan single pada tahun 2019 lalu. Namun, karena tiba-tiba terjadi wabah Covid-19, ia terpaksa menunda rencana promosi albumnya. Ia menerima situasi ini sebagai bentuk pendewasaan.

Dampak pandemi Covid-19 tentu juga mempengaruhi pendapatan Rando sebagai seorang penyanyi.

"Yang paling penting adalah sehat, itu mengalahkan materi yang banyak. Menyiasatinya untuk terus menjaga pola hidup sehat, berpikir positif thinking supaya sehat dan percaya Tuhan selalu cukupkan," katanya

Seniman Dosen FSRD ITB Bandung Tisna Sanjaya mengungkapkan kondisi pandemi Covid-19 untuk menjadi momen saling berbagi, mendoakan, dan gotong royong. Tak jauh berbeda dari Rando, Tisna juga mengakui bahwa ada beberapa pameran yang terpaksa dibatalkan. Meski begitu, tak menyurutkan semangatnya untuk tetap kreatif selama pandemi Covid-19.

Kehidupan sehari-hari dapat menjadi inspirasi bagi Tisna dalam menghasilkan sebuah karya. Ide juga tak hentinya muncul bahkan ketika dirinya sedang mengajar dan berdialog dengan mahasiswa selama pembelajaran online yang dilakukannya.

“Banyak gagasan menarik, baik karya dari ide secara personal maupun ruang publik. Banyak inspirasi untuk berkarya,” kata Tisna.

Situasi pandemi Covid-19 saat ini harus disikapi dengan kreativitas berbagai cara. Sama seperti Rando, ada beberapa perbedaan yang dirasakan Tisna. Salah satunya kondisi saat ini membuatnya tidak bisa berhubungan langsung dengan apresiator. Selain itu, Tisna yang biasa juga melukis menggunakan bahan-bahan dari alam seperti lumpur, kini harus mengeksplorasi kreativitas dalam dirinya.

“Sekarang gak boleh keluar rumah, jadi memakai cara yang ada di dalam rumah. Saya belajar dari istri bikin karedok. Dari bahan itu dieksploitasi jadi karya seni rumahan, ada seni partisipan dengan keluarga. Jadi karedok ada baunya, benda-benda saya jadikan sebuah proses seni keseharian dari rumah sebagai produk WFH,” imbuhnya.

Tisna dan mahasiswanya menjadikan pandemi Covid-19 sebagai sebuah momen untuk menunjukkan solidaritas. Hasil dari penjualan dari pameran, digunakan sebagian untuk membeli sembako sebagai bentuk dukungan.

“Bantuannya tidak seberapa, tapi energinya harus terus saling mendoakan. Seni sebagai doa,” katanya.

Tisna menuturkan, karya kontemplasi sebagai momentum untuk menemukan yang terdalam seperti karya cetak tubuh yang dilakukannya. Kreativitas memang dituntut di masa seperti ini, terutama untuk para pekerja seni agar tetap menghasilkan karya. Ketika Idul Adha yang tetap mengharuskan di rumah, berangkat dari hal tersebut menjadi inspirasi untuk Tisna menghasilkan sebuah lukisan.

Tidak hanya melukis, Tisna juga memiliki hobi bermain sepak bola. Video berdurasi sekitar 30 detik menunjukkan Tisna sedang bermain sepak bola sambil menyapu memegang sapu lidi.

“Nyapu sambil main bola, nanti dibawahnya ada canvas. Jadi saya melukis sambil main bola, karya ini Art and Football for Peace, untuk perdamaian. Indonesia sering konflik karena perbedaan. Jadi seni yang local eksperimental kalau dikaitkan energi perdamaian kemanusiaan, saya kira mereka akan respect sama kita,” sambung Tisna.

Ia menyampaikan, seni adalah doa. Seni untuk perubahan.

“Kalau gak seperti itu, pekerjaan jadi gak suka cita menjalaninya. Ini seni participatory, tapi dengar Rando ngomong saya langsung bikin jadi inspirasi,” kata Tisa sambil menunjukkan lukisan hasil karyanya yang ia buat selama talkshow berlangsung.

reporter magang: Febby Curie Kurniawan [ded]

Ingat #PesanIbu

Jangan lupa Selalu Mencuci Tangan, Memakai Masker dan Menjaga Jarak Mari Bersama Cegah Penyebaran Virus Corona

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Covid 19
  3. Ingat Pesan Ibu
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini