Ada Warga yang Dikarantina Tak Patuh, ODP Covid-19 di Solo Bertambah
Merdeka.com - Pemerintah Kota Solo dibikin pusing dengan ulah sebagian warga yang menjalani karantina mandiri, akibat melakukan kontak dengan pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia beberapa waktu lalu. Sejumlah warga tak tertib atau bahkan melanggar aturan selama masa karantina.
Pada pekan lalu, warga Mojosongo digegerkan dengan munculnya seorang ibu rumah tangga ODP (orang dalam pengawasan), berkeliaran di pasar dan ke rumah warga lainnya yang sedang mempunyai hajat. Mendapatkan informasi tersebut, Pemerintah Kota Solo segera bertindak, agar ODP tidak bertambah banyak.
Lurah Mojosongo, Solo, Winarso mengatakan, akibat kejadian tersebut pihaknya harus memperluas jangkauan pemantauan. Menurut dia, saat ini 17 rumah yang ada di wilayahnya yang harus dikarantina. Pasalnya tambahan satu pasien yang positif corona yang masuk RSUD dr Moewardi Rabu (18/3) lalu berasal dari wilayah paling utara Kota Solo itu.
"Sebenarnya ibu yang positif Covid-19 itu sudah dikarantina sejak hari Jumat lalu. Tapi dia tidak tertib dan masih jalan-jalan ke pasar, bahkan Sabtu masih rewang," ujar Winarso, Jumat (20/3).
Winarso membenarkan jika pasien tersebut telah dinyatakan positif Corona pada Rabu (18/3) lalu. Pasien ini merupakan kerabat dari pasien positif lainnya dari Kelurahan Kadipiro, Banjarsari. Pihaknya bersama tim medis RSUD dr Moewardi telah melakukan penjemputan kepada pasien, Rabu lalu.
"Sebelumnya hanya 5 rumah yang dikarantina. Kami memutuskan untuk mengkarantina 17 rumah yang ada di sekitar warga yang positif corona. Ini sebagai antisipasi agar virus corona tidak menyebar," katanya.
Selan itu pihaknya juga meminta penambahan logistik untuk warga 17 rumah yang akan menjalani karantina.Jika sebelumnya penjagaan hanya dilakukan tetangga, kali ini Pemkot Solo melibatkan TNI, agar ODP yang dalam masa karantina mengerti.
Penambahan ODP dibenarkan oleh Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Solo, Ahyani. Selama ini Pemkot telah memberikan pasokan logistik setiap hari.
"Sebenarnya mereka bisa saja beraktivitas di luar rumah. Tapi memang mereka harus menjaga diri," katanya.
Ahyani menyampaikan pihaknya akan memantau perkembangan lebih jauh. Jika dirasa perlu memindahkan 17 rumah dan ODP lainnya untuk isolasi, maka hal itu akan dilakukan.
"Kita lihat tren perkembangannya seperti apa. Kami masih terus menunggu perkembangan dan arahan dari pemerintah provinsi dan pusat," katanya lagi.
(mdk/bal)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya