Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Abu Bakar Ba'asyir belum pernah ajukan grasi ke Presiden Jokowi

Abu Bakar Ba'asyir belum pernah ajukan grasi ke Presiden Jokowi abu bakar baasyir. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Tim penasihat hukum terpidana kasus terorisme Abu Bakar Ba'asyir, Guntur Fattahilah menjelaskan sejauh ini pihaknya belum pernah mengajukan grasi kepada Presiden Joko Widodo. Sejak mendekam di Lembaga Pemasyarakat Gunung Sindur, Bogor, Ba'asyir juga tak pernah meminta pengajuan grasi.

"Kalau kami penasihat hukum, kami belum pernah memohon maupun kepada ustaz Abu Bakar sendiri belum pernah ngomong. Pembebasan yang dimaksud di sini adalah grasi kan, ustaz belum pernah ngomong," kata Guntur saat ditemui di RSCM Kencana, Salemba, Jakarta Pusat, Kamis (1/3).

Dia menerangkan, sejauh ini permintaan Ba'asyir ke pemerintah hanya sebatas pemeriksaan kesehatan saja. Tim kuasa hukum dan keluarga belum pernah mengajukan ke pemerintah agar Ba'asyir dibebaskan.

"Yang kami ajukan adalah permohonan untuk beliau kontrol lanjutan karena memang sudah terjadwal dari rumah sakit, bukan pembebasan. Tidak pernah ada bagi kami sebagai penasihat hukum maupun keluarga, bersurat untuk pembebasan ustaz itu enggak ada," kata Guntur.

Terkait kasusnya, Ba'asyir sendiri divonis 15 tahun penjara. Guntur juga berterima kasih bagi pihak pihak yang ingin kliennya menjadi tahanan rumah mengingat kondisi Ba'asyir yang sudah berusia lanjut. Namun, memasuki tahun politik, Guntur berharap agar para pihak tak mengaitkan dukungan kepada kliennya sebagai komoditas politik.

"Ulama, tokoh tokoh masyarakat atau agama atau politik yang memberikan dukungan kepada ustaz untuk menjadi tahanan rumah kami apresiasi dan berterima kasih. Tapi karena ini masuk tahun politik nempel-nempel nyerempet-nyerempet. Kami berharap dan minta tolong janganlah ustaz Abu Bakar Ba'asyir ini yang usia lanjut dijadikan komoditas politik," kata dia.

Sementara, pimpinan Jamaah Ansharut Tauhid itu tengah menjalani pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Kencana, Salemba, Jakarta Pusat. Dalam pemeriksaan ini, Ba'asyir dikawal sejumlah aparat kepolisian dengan laras panjang. Serta didampingi perwakilan dari Lapas Gunung Sindur, Bogor dan dokter dari Emergency Medical Comitttee (Mer-C).

"Lumayan banyak (polisi). Laras panjangnya kurang lebih lah 10 sampai 20. Terus kemudian yg pakaian bebasnya ada sekitar 5 sampe 10. 5 sampai 6 mobil ya. Tapikan sebelum mereka masuk itu udah ada. Yang pakaian gak dinas itu udah banyak. Saya gak bisa mastiin dia intel apa enggak. Dari pak bagus yang agak gemuk itu dari pihak lapas. Dokter dari mercy dokter Hadi," beber Guntur.

(mdk/dan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP