Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

85 Pemain wayang Sriwedari diusulkan diangkat menjadi calon ASN

85 Pemain wayang Sriwedari diusulkan diangkat menjadi calon ASN Taman Sriwedari Solo. ©istimewa

Merdeka.com - 85 Pemain wayang di Gedung Wayang Orang (GWO) Sriwedari diusulkan untuk diangkat menjadi calon Aparatur Sipil Negara (CASN) ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan dan RB). Para pekerja seni tersebut dinilai pantas karena memiliki dedikasi tinggi di bidang kesenian dan kebudayaan.

Hanya saja, Pemkot Solo tidak bisa memastikan nasib para tenaga honorer pemain Wayang Orang Sriwedari tersebut untuk diangkat menjadi CASN. Selain perekrutannya menjadi hak pemerintahan pusat, dalam seleksi nanti juga memakai sistem Computer Assisted Test (CAT).

"Mereka kita usulkan, tetapi kita tidak bisa menjamin. Sekarang sistemnya memakai CAT, jadi semua terpantau dengan sistem komputerisasi, sehingga tidak bisa menjamin lolos atau tidaknya. Semua tergantung hasil tes," ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Solo Budi Yulistianto ketika dijumpai wartawan di ruang kerjanya, Selasa (30/1).

Budi mengatakan, usulan formasi CASN untuk seniman tersebut mendapat respon positif dari Kemenpan dan RB. Namun mekanisme perekrutan tetap sama seperti lainnya memakai sistem CAT.

Agar bisa mengikuti tes dengan lancar, Budi meminta para seniman Wayang Orang Sriwedari untuk belajar dan melakukan simulasi tes CAT semaksimal mungkin sebelum menghadapi tes di Jakarta.

“Kami sudah memenuhi janji untuk memperjuangkan mereka [seniman GWO]. Jadi lolos atau tidaknya nanti tetap tergantung tes," tandasnya.

Terkait kuota penerimaan CASN 2018, Pemkot hingga kini masih menunggu keputusan dari Kemenpan dan RB. Pemkot sebelumnya mengajukan 609 kuota penerimaan CASN Kemenpan dan RB. Pengajuan dilakukan lantaran Pemkot krisis ASN. Rekrutmen CASN terakhir digelar Pemkot pada 2014 silam. Hal ini terkait kebijakan Pemerintah Pusat memoratorium penerimaan CPNS.

"Pemkot Solo kekurangan jumlah ASN. Dan terus bertambah dari tahun ke tahun," terangnya.

Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Solo Rakhmat Sutomo mengatakan kekurangan ASN didominasi oleh tenaga kesehatan dan pendidikan. Sedangkan lainnya adalah tenaga infrastruktur dan kebudayaan.

"Tahun ini kita sebanyak ajukan 609 kuota ke pusat untuk memenuhi kebutuhan personel Pemkot," tuturnya.

(mdk/eko)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP