7 Nelayan asal Jembrana hilang diduga ikut Padepokan Dimas Kanjeng
Merdeka.com - Tujuh orang warga Desa Pengambengan, Kecamatan Negara, Jembrana, diduga menjadi korban penipuan Taat Pribadi, pengasuh Padepoan Dimas Kanjeng di Probolinggo, Jatim. Hingga kini pihak keluarga menduga tujuh orang itu masih berada di pedepokan.
"Sebenarnya kami sudah mengetahui nama-nama warga kami yang menjadi korban. Hanya saja kami baru membuka ke publik setelah kami bisa bertemu dengan mereka," kata Perbekel Pengambengan Samsul Hanam di Jembrana, Bali, Senin (3/10).
Menurut Samsul, dirinya enggan menyebutkan nama-nama warganya tersebut karena takut disalahkan. Namun jika nanti dirinya sudah bertemu dengan ketujuh warga tersebut, barulah dirinya akan membuka identitas mereka berikut kerugian yang diterimanya.
Samsul meyakini ketujuh warganya itu masih berada di Jawa Timur dan diduga kuat masih berada di Padepokan Dimas Kanjeng. Entah apa yang mereka lalukan di pedepokan tersebut pasca Taat Pribadi ditangkap polisi atas tuduhan pembunuhan dan penipuan.
Menurut Samsul, mereka berangkat ke Pedepokan Dimas Kanjeng setelah lebaran haji beberapa waktu lalu dan hingga kini belum kembali ke Pengambengan. Padahal pihak keluarganya sudah menunggu kedatangan mereka dengan harap-harap cemas.
"Kita tunggu saja mereka kembali. Nanti kalau sudah kembali ke Pengambengan akan kami sampaikan perkembangannya. Sekarang kami tidak mau berkomentar banyak dulu," tandasnya.
Kepolisian langsung melakukan penyelidikan mendengar kabar tujuh warga Desa Pengambengan, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, Bali, yang turut menjadi korban penipuan di Padepokan Dimas Kanjeng Dimas Pribadi. Hasil penyelidikan menunjukkan diketahui warga Jembrana yang menjadi korban penipuan di Padepokan Dimas Kanjeng, mencapai puluhan orang.
Jumlah tersebut tersebar di lima kecamatan yang ada di Jembrana. Dari lima kecamatan tersebut korban terbanyak ada di Kecamatan Negara yakni tujuh orang di Desa Pengambengan dan 50 orang ada Kelurahan Loloan Timur dan Loloan Barat.
"Kami sudah sebar anggota intel untuk turun ke desa-desa melakukan pendataan. Sementara dari pendataan jumah korban mencapai puluhan," kata Kapolres Jembrana AKBP Djoni Widodo, Senin (3/10) petang.
Namun kepolisian belum bisa menunjukan jumlah pasti korban Padepokan Dimas Kanjeng di Jembrana. Kepolisian hingga kini masih melakukan pendataan.
"Memang anggota kami sudah berhasil menemui beberapa korban. Tapi mereka tidak mau jujur menerangkan berapa kerugian materinya. Mungkin mereka malu. Ada yang ngaku tertipu seratus juta rupiah, ada pula ngaku lima juta rupiah," ujar Djoni.
Dia mengatakan, setelah pengasuh Padepokan Dimas Kanjeng, Taat Pribadi, diamankan, warga Jembrana yang menjadi korban belum ada yang melapor. Namun kepolisian telah melakukan pendataan ke beberapa desa diduga warganya menjadi korban penipuan Taat Pribadi.
"Besok saya akan kumpulkan para Kanit Intel masing-masing Polsek agar lebih maksimal melakukan pendataan ke desa-desa sehingga bisa diketahui pasti jumlah korban Dimas Pribadi di Jembrana," tandasnya.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya