7 Desember, Sistem 2-1 Kembali Diterapkan di Jalan Raya Puncak Bogor

Senin, 2 Desember 2019 02:29 Reporter : Rasyid Ali
7 Desember, Sistem 2-1 Kembali Diterapkan di Jalan Raya Puncak Bogor Uji Coba Sistem 2-1 di Puncak. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Bupati Bogor, Ade Yasin mengungkapkan akan kembali menguji coba rekayasa lalu lintas 2-1 (kanalisasi) di Jalan Raya Puncak pada Sabtu (7/12). Ini merupakan uji coba tahap II usai sebelumnya dilakukan bersama Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) pada 27 Oktober lalu.

"Kita uji coba lagi nanti tanggal 7. Teknisnya ada di BPTJ," kata Ade Yasin, Minggu (1/12).

Menurutnya, akan ada beberapa perbedaan dalam uji coba tahap II, usai melakukan evaluasi coba tahap I. Dia pun berharap uji coba pekan depan lebih baik.

"Mungkin akan lebih baik. Tapi kalau bisa mengatasi kemacetan atau tidak, lihat nanti saja," katanya.

Dia mengungkapkan, setidaknya ada tiga catatan setelah uji coba tahap I. Yaitu soal adanya kepadatan kendaraan di beberapa titik karena penyempitan jalan.

Menurutnya, kepadatan kendaraan terjadi di titik yang hampir selalu macet, seperti Pasar Cisarua, Simpang Taman Safari (TSI), Tanjakan Selarong dan Simpang Megamendung.

Kemudian, kata Ade, belum tersedianya cerukan untuk pemberhentian angkot, sehingga tidak sedikit angkot berhenti sembarangan ketika menunggu penumpang.

"Angkot berhenti di jalan ketika menunggu penumpang naik, membuat berhenti kendaraan-kendaraan di belakangnya," katanya.

Terakhir, arus lalu lintas terganggu para pengendara yang memberhentikan mobilnya saat belanja oleh-oleh di lapak PKL. Pasalnya, terdapat beberapa titik PKL yang tersebar Jalan Raya Puncak. [bal]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Jalur Puncak
  3. Kemacetan
  4. Bogor
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini