6 Terdakwa Obstruction of Justice jadi Saksi di Sidang Ferdy Sambo-Putri Hari Ini

Selasa, 6 Desember 2022 11:18 Reporter : Bachtiarudin Alam
6 Terdakwa Obstruction of Justice jadi Saksi di Sidang Ferdy Sambo-Putri Hari Ini Sidang Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi. ©Liputan6.com/Faizal Fanani

Merdeka.com - Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan 12 saksi dalam sidang pembunuhan berencana Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J dengan terdakwa mantan Kadiv Propam Polri, Ferdy Sambo dan istrinya, Putri Candrawathi. Sidang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan pada Selasa (6/12) hari ini.

Dari 12 saksi tersebut, enam di antaranya merupakan terdakwa kasus Obstruction of Justice pembunuhan Brigadir J. Mereka adalah mantan Karopaminal Divpropam Polri, Hendra Kurniawan; Arif Rahman Arifin, mantan Wakaden B Biro Paminal Propam; Agus Nurpatria mantan Kaden A Ropaminal Divpropam.

Lalu, Chuck Putranto; mantan Korspri Kadiv Propam Polri; Baiquni Wibowo mantan Kaden A Biropaminal Divisi Propam Polri; dan Mantan Kasubnit I Dittipidum Bareskrim, Irfan Widyant. Mereka hadir di PN Jakarta Selatan dengan pengawalan ketat dari anggota Brimob Polri.

Sementara enam saksi lainnya yakni Audi Pratomo selaku Supir mantan Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan; Linggom Pasarian S, Kor Logistik Yanma Mabes Polri.

Kemudian; AKBP Ari Cahya Nugraha alias Acay; Panji Zulfikar, Pemeriksa Forensik Muda; Susanto Haris selaku Kabag Gakkum Provost Div Propam Polri; hingga Mantan, Karo Provos Propam Polri Brigjen Pol, Benny Ali.

Ini merupakan momen pertama kali bagi Ferdy Sambo dihadapkan dengan para saksi yang tak lain anak buahnya sendiri di Divpropam. Pantauan di lokasi, terlihat Ferdy Sambo hanya sibuk melihat kertas yang dia bawa dan sesekali mengobrol dengan kuasa hukumnya, Arman Hanis.

Sebelum memulai sidang, Hakim Ketua Wahyu Iman Santosa melakukan cek identitas dan mengambil sumpah kepada seluruh saksi.

"Kenal dengan terdakwa?” tanya hakim Wahyu Iman Santosa kepada Hendra Kurniawan.

"Kenal yang mulia," kata Hendra.

"Ada hubungan keluarga?” tanya hakim kembali.

"Tidak yang mulia," jawab Hendra.

2 dari 2 halaman

Dakwaan Pembunuhan Berencana

Dalam perkara ini Jaksa Penuntut Umum (JPU) telah mendakwa total lima tersangka yakni, Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Richard Eliezer alias Bharada E, Ricky Rizal alias Bripka RR, dan Kuat Maruf.

Mereka didakwa turut secara bersama-sama terlibat dengan perkara pembunuhan berencana bersama-sama untuk merencanakan penembakan pada 8 Juli 2022 di rumah dinas Komplek Polri Duren Tiga No. 46, Jakarta Selatan.

"Mereka yang melakukan, yang menyuruh melakukan, dan turut serta melakukan perbuatan, dengan sengaja dan dengan rencana terlebih dahulu merampas nyawa orang lain," ujar jaksa saat dalam surat dakwaan.

Atas perbuatannya, kelima terdakwa didakwa sebagaimana terancam Pasal 340 subsider Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 KUHP yang menjerat dengan hukuman maksimal mencapai hukuman mati.

Sedangkan hanya terdakwa Ferdy Sambo yang turut didakwa secara kumulatif atas perkara dugaan obstruction of justice (OOJ) untuk menghilangkan jejak pembunuhan berencana.

Atas hal tersebut, mereka didakwa melanggar Pasal 49 juncto Pasal 33 dan/atau Pasal 48 ayat (1) juncto Pasal 32 ayat (1) UU ITE Nomor 19 Tahun 2016 dan/atau Pasal 221 ayat (1) ke 2 dan 233 KUHP juncto Pasal 55 KUHP dan/atau Pasal 56 KUHP.

"Timbul niat untuk menutupi fakta kejadian sebenarnya dan berupaya untuk mengaburkan tindak pidana yang telah terjadi," sebut Jaksa. [tin]

Baca juga:
Moment Anak Buah Ferdy Sambo Kena Marah Hakim
BIN Bantah Beri Informasi ke Kubu Brigadir J Terkait Kasus Ferdy Sambo
Kuat Ma'aruf Tantang Majelis Hakim Hadirkan Pihak Provos
Kuat Ma'ruf: Brigadir J Tersungkur, Pak Ferdy Sambo Melirik, Saya Takut Ditembak Juga
Ngaku Tak Lihat Ferdy Sambo Menembak, Kesaksian Kuat dan Ricky Bikin Hakim Tertawa

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini