5.000 rumah warga Petobo Palu rata dengan tanah
Merdeka.com - Ribuan warga Kelurahan Petobo, Kota Palu, Sulawesi Tengah kehilangan tempat tinggal akibat gempa bumi disertai tsunami, Jumat (28/9). Dari data yang diperoleh Lurah Petobo Masrun, sedikitnya 5.000 rumah rata dengan tanah.
"Banyak rumah warga yang rusak berat, tidak layak lagi untuk dihuni," ucap Lurah Petobo Masrun seperti dilansir Antara di Palu, Jumat (5/10).
Sampai saat ini, upaya yang dilakukan untuk penanganan bencana masih sebatas pendataan warga serta distribusi logistik. Terkait dengan rencana relokasi permukiman warga, belum ada tindak lanjut.
"Saat ini kami fokus pada distribusi logistik untuk warga Petobo di lokasi-lokasi pengungsian," kata Masrun.
Luas wilayah Petobo, Kecamatan Palu Selatan yang terkena lumpur, sekaligus luas area evakuasi dan pencarian korban kurang lebih mencapai dua kilometer persegi.
Sebelumnya, Presiden RI Joko Widodo mengatakan bahwa pemerintah akan merelokasi permukiman warga 20 kilometer ke arah timur dari lokasi bencana.
Jika rencana tersebut direalisasikan, permukiman akan berada di pegunungan yang berbatasan langsung antara Kota Palu dan Kabupaten Parigi Moutong.
"Kami tidak ada masalah, karena asal orang tua kami atau Bulili itu awalnya di gunung tersebut," ujar Sarman, salah satu warga Asli Petobo yang selamat.
Petobo sebelum menjadi kelurahan dan salah satu daerah administratif Pemkot Palu, bernama Bulili.
Di sebelah timur Kota Palu atau tepatnya di timur Petobo, terdapat Gunung Bulili yang berbatasan dengan wilayah Kabupaten Parigi Moutong.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya