50 Remaja di Kendari ngamuk usai tenggak pil diduga narkoba, 1 tewas

Kamis, 14 September 2017 10:40 Reporter : Henny Rachma Sari
Korban pil PCC. ©istimewa

Merdeka.com - Sebanyak 50 remaja di Kendari, Sulawesi Tenggara menjadi korban penyalahgunaan pil diduga mengandung narkoba. Satu orang tewas usai mengonsumsi obat tersebut.

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Kendari Murniati mengatakan awalnya korban berjumlah 30 orang. Namun, berkembang menjadi 50 bahkan satu remaja tewas.

"Kemarin pagi dalam pendataan kami hanya sekitar 30 orang, malam ini sudah berambah menjadi 50 orang," ujar Murniati, di Kendari, Kamis (14/9).

Murniati menambahkan, usai menenggak pil diduga narkoba, korban mengalami gejala seperti orang tidak waras. Mereka mengamuk dan bertutur kata tidak karuan. Sehingga, petugas rumahsakit terpaksa mengikat kedua tangan korban.

"Para korban ini megalami gejala kelainan seperti orang tidak waras, mengamuk, berontak, ngomong tidak karuan setelah mengkonsumsi obat yang mengandung zat berbahaya itu, sehingga sebagian harus diikat," jelasnya.

Untuk korban tewas, lanjutnya, merupakan pelajar kelas VI SD dan sudah dimakamkan keluarga.

"Yang meninggal itu masih anak-anak yakni kelas VI SD. Jenazahnya baru saja dikuburkan hair ini, kondisi ini sangat memprihatinkan," katanya.

Menurut dia, korban yang dilarikan ke rumah sakit tersebut kebanyakan adalah pelajar, yakni SMA, SMP dan juga pelajar SD.

"Sebagian adalah warga atau remaja yang tidak bersekolah. Ada juga ibu rumah tangga," tandasnya seperti diberitakan Antara. [rhm]

Topik berita Terkait:
  1. Kasus Narkoba
  2. Jakarta
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.