5 Keunggulan Penajam di Kaltim jadi Kandidat Ibu Kota Selain Samboja

Minggu, 25 Agustus 2019 04:01 Reporter : Saud Rosadi
5 Keunggulan Penajam di Kaltim jadi Kandidat Ibu Kota Selain Samboja Maket Ibu Kota Baru. ©2019 dok. Kemen PUPR

Merdeka.com - Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), di Kalimantan Timur, juga menjadi kabupaten yang diusulkan Pemprov Kaltim, sebagai kandidat ibu kota negara (IKN). Kabupaten seluas 3.333 kilometer persegi itu, punya berbagai keunggulan.

Dalam perbincangan bersama merdeka.com di kediamannya, Jumat (23/8) malam, Bupati Abdil Gafur Mas'ud mengungkap sedikitnya 5 keunggulan PPU sebagai kandidat IKN baru.

1. Kepadatan penduduk

Sebagai kabupaten terkecil di Kalimantan Timur, dan punya 4 kecamatan seperti Sepaku, Penajam, Waru dan Babulu dengan jumlah penduduk terkini sekitar 160.000 jiwa, PPU masih punya wilayah cukup luas untuk dikembangkan.

"Kami di PPU, mengundang seluas-seluasnya masyarakat untuk datang dan berinvestasi di PPU," kata Gafur.

2. Infrastruktur

Sederetan infrastruktur sedang dan akan dibangun di PPU. Seperti tol laut terpanjang di Indonesia sepanjang 14 km yang dibangun di PPU menghubungkan ke Melawai di Balikpapan, kini masuk proses lelang hingga 2 bulan ke depan. Ditarget proyek itu selesai dalam 4 tahun.

Pemkab PPU juga segera membangun akses jalan dari PPU ke Kutai Barat. Jalan itu mempersingkat jarak tempuh dari PPU ke Kutai Barat dari 11 jam, menjadi hanya 2 jam. Proyek senilai Rp2 triliun dari APBN itu masuk proses kajian AMDAL.

Selain itu, juga ada proyek jembatan Pulau Balang yang menghubungkan Kariangau di Balikpapan dan Buluminung di PPU. Masih dari proyek yang bersumber dana utama dari APBN itu, kini masuk tahapan 75 persen pembebasan lahan dari PPU.

"Ini akan menyambung ke KM 13 Balikpapan Samarinda, dan masuk tol ke Samarinda. Sesuai dengan nawacita Pak Presiden untuk membangun konektivitas kabupaten dan kota," terang Gafur.

3. Energi listrik dan ekonomi

Warga yang tinggal di PPU, sebagian besar bekerja sebagai petani. Di Babulu misalnya, banyak areal pertanian di wilayah itu.

Kelistrikan di PPU pun surplus, di mana saat ini masuk di kelistrikan Kalimantan Selatan. Apalagi, tersambung dengan kelistrikan Mahakam dari kota Balikpapan. "Itu yang membuat listrik surplus di PPU," terang Gafur.

4. Sosial masyarakat

Warga asal pulau Jawa, menempati porsi sekitar 60 persen, menempati wilayah PPU yang sebagian besar wilayah transmigrasi. Sementara, sisanya berasal dari Sulawesi dan juga Kalimantan Selatan.

"Masyarakat hidup rukun berdampingan," jelas Gafur.

5. Cegah makelar tanah

Lahan di PPU itu, jadi incaran broker properti. Sejak mencuat isu dan rencana PPU, pencarian lahan di PPU semakin ramai. Namun sejauh ini, belum ada pelepasan hak atas tanah dengan nilai fantastis.

Namun demikian, PPU punya jurus untuk mengantisipasi broker properti. "Harga lahan hanya berdasarkan NJOP, bukan apraisal (perkiraan/penilaian). Dan NJOP kami tetap, tidak naik," demikian Gafur. [eko]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini