49 Hotspot tercatat di Kaltim, mayoritas kebakaran hutan dan lahan
Merdeka.com - Jumlah titik panas di Provinsi Kalimantan Timur terpantau meningkat drastis dalam dua hari terakhir ini. Sebagian besar adalah panas kebakaran lahan terekam satelit Terra-Aqua.
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melansir, hari ini satelit merekam 49 hotspot. Angka itu meningkat tujuh kali lipat dibanding Kamis (7/4) kemarin. Hotspot paling banyak ditemukan di Kabupaten Kutai Kartanegara (23 titik), disusul Kabupaten Kutai Timur (15 titik), dan Kota Samarinda (4 titik).
Selain itu, hotspot juga terdeteksi di Kabupaten Berau dan Kabupaten Kutai Barat, masing-masing tiga titik, serta Kabupaten Paser dengan satu titik. Peningkatan titik panas ini menjadi kajian BMKG Stasiun Meterologi Temindung, Samarinda.
"Menjelang hari libur, atau akhir pekan, di luar faktor cuaca, hotspot di Kalimantan Timur ini berpotensi meningkat. Pengamatan ini sudah kami lakukan sejak Agustus 2015 lalu. Sering saya amati, jelang atau saat akhir pekan cenderung meningkat," kata Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Temindung-Balai Besar Wilayah III, Sutrisno, kepada merdeka.com, di kantornya, Jalan Pipit, Samarinda, Jumat (8/4).
Diterangkan Sutrisno, dari tingkat kepercayaan hotspot terdeteksi satelit, sebagian besar dari 49 hotspot berada di atas angka 70 persen.
"Di atas 70 persen, sudah pasti berasal dari panas lahan atau hutan yang terbakar. Kalau di bawah 50 persen, kemungkinan suhu panasnya atap seng yang terpantau, dan lainnya. Satelit merekam titik tingkat panas, bukan api," ujar Sutrisno.
"Bahkan pada Kamis (7/4) sore kemarin, sempat terpantau satelit kabut asap di langit Samarinda," tambah Sutrisno.
Sutrisno menduga, meningkatnya titik panas pada akhir pekan diduga akibat aktivitas pembakaran lahan dan hutan.
"Akhir pekan kan pegawai banyak libur. Kalau hari kerja seperti biasa, ada yang mengawasi, ada yang patroli. Ini menjadi catatan penting bagi pemerintahan di Kalimantan Timur," ujar Sutrisno.
Di kota Samarinda, saat ini rata-rata bersuhu udara 35 sampai 36 derajat Celcius, dengan tingkat kelembaban 52 persen, dan masuk dalam kategori cukup kering.
"Untuk wilayah-wilayah pesisir Kalimantan Timur, seperti di Balikpapan, Samarinda, Berau, terjadi anomali curah hujan. Kalau di pedalaman Kaltim, curah hujan tinggi dan masih dipengaruhi pembentukan awan hujan di Kalteng, Kalbar, dan Kalsel," tutup Sutrisno.
(mdk/ary)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya