4 Kasus Obesitas Terjadi di Karawang, 2 Penderita Meninggal Dunia

Jumat, 5 Juli 2019 05:04 Reporter : Bram Salam
4 Kasus Obesitas Terjadi di Karawang, 2 Penderita Meninggal Dunia Satia Putra Bocah Obesitas Asal Karawang. ©2019 Merdeka.com/Bram Salam

Merdeka.com - Dalam beberapa tahun terakhir, kasus obesitas atau kelebihan berat badan mencuat di Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Terdapat empat kasus, dua di antaranya tertangani, sedangkan lainnya berakhir tragis di mana penderitanya meninggal dunia.

Kasus pertama obesitas di Karawang terjadi pada Arya Permana. Dua tahun lalu, berat badan Arya mencapai 192 kilogram. Perkembangan Arya relatif baik, mengingat saat ini bobot badannya mulai menyusut. Saat ini Arya yang berusia 13 tahun memiliki berat badan 91 kilogram.

Arya yang semula nyaris tidak bisa beraktivitas, namun kini dapat berjalan. Bahkan Arya yang saat ini masuk ke SMPN 2 Pangkalan, bisa bermain bola dan berenang.

Penurunan berat badan Arya ditempuh dengan berbagai upaya, di antaranya menjauhi makanan manis, menjaga pola makan, hingga operasi penyempitan lambung.

Ade Somantri, ayah Arya, mengatakan, Arya telah menjalani operasi penyempitan lambung di RS Omni Alam Sutera, Tangerang, pada April 2017. Itu yang menyebabkan Arya saat ini gampang kenyang.

"Lambungnya hanya disisakan 30 persen dari ukuran semula," ujar Ade.

Kedua menimpa Yudi Hermanto, pasien obesitas dengan berat 310 kilogram meninggal dunia. Sebelum meninggal, Yudi sempat putus asa dengan penyakit obesitas yang diderita. Sebab di tengah keterbatasan ekonomi, berat badannya justru naik menjadi 310 kilogram.

Yudi kemudian mendapat bantuan berobat oleh Pemkab Karawang. Hanya saja, Yudi dinyatakan tiada pada Minggu (10/12/2017), setelah mengalami sesak napas dan kejang-kejang. Yudi meninggal usai sempat sepekan mendapat perawatan di RSUD Karawang.

Ketiga adalah Sunarti (39), perempuan berbobot 148 kilogram tinggal di Perum Terangsari, Desa Cibalongsari, Kecamatan Klari, Karawang. yang mengalami obesitas lantaran kerap ngemil mi dan bakso.

Berat badan Narti, sapaan akrab Sunarti terjadi setelah sebelumnya hanya 75 kilogram. Dan, akhirnya Narti meninggal dunia setelah menjalani perawatan medis di RSHS Bandung, Sabtu (2/3).

Kasus obesitas yang keempat, terjadi pada Satia Putra (7), anak pasangan Sarli (48) dan Komariah (40) warga Tanjungbaru, Desa Pasirjaya, Kecamatan Cilanaya Kulon, Karawang.

Obesitas yang berlebihan dialami Satia diketahui setelah dilakukan observasi di RSUD Karawang. Berat badannya menjadi 101 kilogram, padahal tiga hari terakhir dikatakan kedua orang tuannya masih 97 kilogram.

Ibu kandung bocah obesitas, Komariah mengatakan sejak lahir bocah Satia sudah berbobot di atas normal rata-rata anak umumnya bayi lahir dengan berat badan 5 kilogram, menyamai anak umur 2-3 tahun. Namun sejak usia 5 tahun bobot badannya terus bertambah, konsumsi makan dalam sehari bisa mencapai 5-7 kali.

"Kasus obesitas ekstrem di Karawang sudah ada 4 kasus, hingga tahun ini," kata Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang Nurdin Hidayat, Kamis (4/7).

Dijelaskan Nurdin, ada beberapa faktor anak mengalami obesitas di antaranya zat gizi makro (karbohidrat, protein, lemak) dikonsumsi secara berlebihan. Zat gizi ini akan disimpan dalam bentuk lemak tubuh dan akan meningkatkan berat badan secara keseluruhan. Faktor lainnya genetik obesitas.

Faktor lain kata Nurdin, kurangnya aktivitas fisik dan pemakaian obat-obatan tergolong steroid. Efek samping beberapa obat dapat menyebabkan meningkatnya berat badan, misalnya obat kontrasepsi, obat sesak napas yang dikonsumsi tidak beraturan. [cob]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini