4 Cerita haru anak pelaku teror di Surabaya dan Sidoarjo

Kamis, 17 Mei 2018 02:40 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta
anak kecil korban bom mapolres Surabaya. ©Istimewa

Merdeka.com - Terjadi lima kali ledakan bom bunuh diri di lima tempat yang berbeda sejak 13 Mei 2018 sampai 14 Mei 2018. Setelah ledakan di tiga gereja di Surabaya, ledakan kembali terjadi di Rusunawa Wonocolo Sidoarjo yang juga dilakukan oleh satu keluarga dengan melibatkan anak-anak.

Namun tak semua anak ikut dengan ajaran orangtuanya yang radikal. Salah satunya anak terduga teroris Anton Febianto (47). Dia memilih tak mengikuti ajaran orangtuanya. Berikut beberapa cerita yang dia ungkapkan.

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini