39 Dokter Muda dari UKI Diterjunkan ke Sumedang Sosialisasi dan Edukasi Stunting

Senin, 2 September 2019 23:44 Reporter : Dedi Rahmadi
39 Dokter Muda dari UKI Diterjunkan ke Sumedang Sosialisasi dan Edukasi Stunting Sosialisasi Stunting di Sumedang. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan salah satu fondasi utama dalam mewujudkan visi Indonesia Maju adalah mengembangkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dalam mewujudkan visi Indonesia Maju. Menurutnya, untuk mencetak SDM yang pintar dan berbudi pekerti luhur, harus didahului oleh SDM yang sehat dan kuat.

Menurut WHO, angka stunting di Indonesia masih termasuk tinggi. Data Riset Kesehatan Nasional tahun 2018, angka stunting di Indonesia berada di angka 30,8 persen. Namun, batas aman menurut WHO mengenai stunting berada di angka 20 persen.

Dokter Muda dari Pelayanan Kesehatan Masyarakat–Universitas Kristen Indonesia (PKM–UKI) angkatan VIII terjun langsung ke 10 Desa yang ditetapkan oleh tim penanganan dan penanggulangan kemiskinan atau disingkat TNP2K yang dikomandoi oleh Wapres Jusuf Kalla.

Ketua PKM UKI Angkatan VIII, Eriza Luthfiansyah mengatakan tim yang melakukan edukasi melibatkan 39 orang. Ke-39 dokter muda ini masing-masing akan ditempatkan 3-4 orang di setiap desanya.

"Kita akan melakukan pra konsepsi kepada masyarakat awam. Sehingga upaya intervensi yang kita lakukan kali ini betul-betul lebih awal seperti ke siswa/i SMP-SMA, kita akan edukasi lebih awal," ujar Eriza, Senin (2/9).

"Kita akan berikan nutrisi untuk mengurangi resiko, sanitasi kesehatan lingkungan, memberikan penyuluhan, juga dengan cara yang lebih menyenangkan. Karena sekarang kita lebih dekat dengan desa, jadi kita tinggal di desa, apa kekurangannya, membiasakan gerakan mawas diri. Jadi lebih ingin mengetahui apa saja masalahnya," tambah dia.

Sementara itu, Kepala Departemen Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Fakultas Kedokteran UKI, dr. Sudung Nainggolan data hasil riset kesehatan daerah tahun 2013, angka stunting Di Sumedang tercatat sebesar 41 persen. Namun saat ini, menurut Kabid Kesmas Dinas Kesehatan, dr. Uyu Wahyudin, angka stunting berkurang menjadi 31,4 persen.

"Jadi kalau ada 100 anak yang lahir, mungkin 40 di antaranya stunting. Sehingga kita targetkan tahun 2023 nanti diharapkan di bawah target WHO. Sedangkan Pa Bupati itu tahun 2023, angka stunting turun menjadi 17 persen, mudah-mudahan ke kejar oleh kita," jelas Sudung.

Sudung mengungkapkan PKM angkatan VIII memiliki bidang penanganan yang lebih spesifik, yakni menyisir di lebih ke hulu permasalahan atau prakonsepsi, jadi lebih ke remaja putri.

"Kalau kita sudah mendeteksi remaja putri ini lebih kepada anemi kita bantu, kita kumpulkan datanya untuk penanganan anemia-nya dulu. Karena suatu saat dia melahirkan, potensi gejala stunting bisa dibendung lebih awal. Jadi berat badan bayi normal (normal beratnya 2.500 gram), jika kurang dari itu beresiko sehingga butuh intervensi," ungkap dia. [ded]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini