3 Tingkatan puasa, kamu termasuk yang mana?
Merdeka.com - Puasa Ramadan hukumnya wajib bagi umat Islam. Puasa berarti menahan haus lapar serta hawa nafsu. Kewajiban berpuasa juga terdapat dalam QS al-Baqarah, 183;
"Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan kepada kamu berpuasa seperti juga yang telah diwajibkan kepada umat sebelum kamu agar kamu menjadi orang yang bertakwa".
Menurut pendapat para ulama, puasa terdapat tiga tingkatan seperti penjelasan yang dikutip dari buku 'Puasa Aku Sudah Benar Belum?' karangan Fahrur Muis dan Ibnu Ali Marfui;
Puasa orang awam
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comPuasa orang awam yaitu hanya sekadar menahan makan dan minum serta perkara yang membatalkannya. Sedangkan perkara makruh kurang ditinggalkan dan perkara sunah diabaikan.
Nabi Muhammad SAW memberikan nasihat, "Berapa banyak umatku yang berpuasa cuma menahan lapar dan haus, mereka tak akan mendapat pahala yang setimpal dari Allah SWT."
Puasa orang-orang khusus
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comPuasa orang-orang khusus yaitu puasa yang dijalankannya disertai dengan menjaga akhlak dan melakukan hal-hal yang sunah untuk menambah kualitas puasanya.
Tingkatan puasa ini lebih tinggi dari tingkatan puasa orang awam. Selain menahan diri dari makan, minum dan melakukan hubungan suami istri, tingkatan ini menuntut orang yang berpuasa untuk menahan seluruh anggota badannya dari dosa-dosa, baik berupa ucapan maupun perbuatan.
Puasa orang-orang paling khusus
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comPuasa orang-orang yang paling khusus yaitu orang yang puasa menjaga dari apa-apa yang membatalkan puasa juga menahan diri dari hal-hal yang bisa membatalkan puasa. Mementingkan hal-hal yang sunah. Anggota badan juga ikut berpuasa. Hati senantiasa zikir mengingat Allah SWT.
Tingkatan ini adalah tingkatan puasa yang paling tinggi, sehingga paling berat dan paling sulit dicapai. Selain menahan diri dari makan, minum, berhubungan, serta menahan seluruh anggota badan dari perbuatan maksiat, tingkatan ini menuntut hati dan pikiran orang yang puasa untuk selalu fokus pada akhirat, memikirkan hal-hal yang mulia dan memurnikan semua tujuan untuk Allah semata.
"Betapa banyak orang berpuasa namun balasan dari puasanya hanyalah lapar dan dahaga semata. Dan betapa banyak orang melakukan shalat malam (tarawih dan witir) namun balasannya dari shalatnya hanyalah begadang menahan kantuk semata". (HR Ahmad).
(mdk/has)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya