3 Menteri era Gus Dur akan beri testimoni dalam haul di Jombang
Merdeka.com - Haul sewindu KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur pada Kamis (28/12) besok, akan menjadi moment istimewa. Sebab, tiga menteri Kabinet Persatuan Nasional di era kepemimpinan Gus Dur akan ikut hadir memberikan testimoninya.
Dalam rilisnya, Ketua Panitia Haul ke-8 Gus Dur, Iskandar menuturkan, tiga tokoh itu adalah Mahfud MD (Menteri Pertahanan) Rizal Ramli (Menko Ekuin), dan Khofifah Indar Parawansa (Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan/Kepala BKKBN) yang sekarang menjabat sebagai Menteri Sosial.
"Ketiga menteri di Kabinet Gus Dur itu sudah mengkonfirmasikan kehadiran mereka. Dan ketiganya akan memberikan testimoni selama mendampingi Gus Dur," kata Iskandar dalam keterangan persnya, Rabu (27/12).
Menurut Iskandar, saat ini, persiapan haul yang bertepatan dengan sewindu wafatnya Gus Dur itu, sudah mencapai sekitar 90 persen. Diperkirakan, haul ke-8 Presiden ke-4 RI yang juga cucu dari Hadratus Syaikh KH Hasyim Asy’ari itu akan dihadiri sekitar 10 ribu orang.
"Rangkaian acara dimulai dengan agenda Ikatan Seni Hadrah Republik Indonesia (Ishari) pada Rabu malam nanti," ucap Iskandar.
Kemudian dilanjutkan Khotmul Quran pada Kamis pagi hingga siang, disambung dengan pementasan jamaah Seribu Rebana yang dipimpin KH Nurhadi alias Mbah Bolong hingga sore hari. "Puncak acara haul akan diisi dengan tahlil dan pengajian umum," sambung pria kelahiran Jakarta itu.
Keistimewaan lain di haul kali ini, adalah terlaksananya amanat Gus Dur terkait prasasti di pusaranya. Prasasti tersebut telah diresmikan oleh istri mediang Gus Dur sendiri, Sinta Nuriyah Wahid bersama keluarga pada 9 September 2017 lalu.
Seperti diketahui, sebelum wafat, Gus Dur pernah berpesan melalui Khofifah Indar Parawansa, agar di makamnya nanti diberi tulisan: Di Sini Berbaring Seorang Pejuang Kemanusiaan.
"Amanat tersebut baru bisa diwujudkan oleh keluarga setelah hampir sewindu Gus Dur wafat dan dimakamkan di Pesantren Tebuireng, Jombang," kata Iskandar.
Sementara menurut Zannuba Arifah Chafsoh, putri kedua Gus Dur, yang akrab disapa Yenny Wahid, tulisan dalam prasasti tersebut sengaja dibuat dalam empat bahasa. Yaitu, bahasa Indonesia, Arab, Inggris, dan China. "Itu untuk menggambarkan universalitas sosok Gus Dur," ungkap Yenny awal September lalu.
Universalitas sosok Gus Dur juga tercermin dari pilihan batu yang menjadi bahan prasasti. Sebab, prasasti berukuran 115 x 60 centimeter (Cm) dengan tinggi 45 Cm itu tersusun dari tiga batu yang mewakili tiga peradaban dan telah berusia jutaan tahun.
Batu besarnya adalah Verde Patricia, marmer hijau dari India. Di tengahnya terdapat Onyx hijau dari Persia. Sedangkan tulisan yang berisi pesan Gus Dur dalam empat bahasa itu, dipasang di Statuario, batu marmer asal Italia.
(mdk/rzk)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya