3 Bulan diresmikan, puluhan selter Sriwedari di Solo mangkrak
Merdeka.com - Sejak November 2016 diresmikan, separuh lebih selter PKL Sriwedari mangkrak. Dari 60 selter bantuan Bank Tabungan Negara (BTN) tersebut hanya 24 PKL memanfaatkan untuk berjualan setiap hari. Sisanya kosong terbengkelai. Meski sudah diberikan peringatan, pedagang tak segera menempati selter.
Atas kondisi itu, Pemkot Solo mengancam akan bertindak tegas. Para pedagang diberikan waktu hingga akhir pekan untuk segera berjualan reguler. Jika tak diindahkan, Pemkot mengancam akan mencabut hak penempatan selter tersebut.
"Dari seluruh PKL yang berjumlah 60 orang, hanya 24 yang aktif. Sisanya, tidak memanfaatkan lokasi usaha itu dengan optimal tanpa alasan yang jelas," ujar Kepala Dinas Perdagangan Subagiyo, Rabu (22/2).
Subagiyo menambahkan, puluhan PKL tersebut sebenarnya menggunakan selter, namun hanya pada hari Sabtu dan Minggu. Namun, pada hari biasa sebagian besar tidak berjualan.
"Kami memberikan kesempatan kepada pedagang untuk segera memanfaatkan selter, hingga pekan depan. Kalau tidak diindahkan dan masih belum berjualan secara reguler, kami akan tindak tegas. Kalau tidak mau berjualan di sana, ya kami cabut surat hak penempatan (SHP)-nya," tandasnya.
Subagiyo mengklaim, sejauh ini pihaknya terus berupaya memperbaiki kondisi selter. Yakni dengan menguruk pasir di lahan yang masih tergenang, maupun mengupayakan pengadaan etalase dengan memanfaatkan dana Corporate Social Responsibility (CSR). Bahkan ia berjanji seluruh PKL tidak lagi memakai gerobak, melainkan etalase, meja dan kursi yang seragam. (mdk/ang)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya