Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

2.987 Warga Solo Dicoret dari Program Jaminan Kesehatan Nasional

2.987 Warga Solo Dicoret dari Program Jaminan Kesehatan Nasional Jokowi bagikan Kartu Indonesia Sehat. ©2015 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Sebanyak 2.987 warga Kota Solo gagal mengikuti program Jaminan Kesehatan Nasional - Kartu Indonesia Sehat (JKN - KIS) kategori Penerima Bantuan Iuran (PBI). Pemerintah pusat mencoret nama mereka dari kepesertaan program tersebut dengan berbagai alasan.

Kabar pencoretan tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Siti Wahyuningsih, usai pembagian kartu peserta JKN-KIS di Pendopo Gede, Balai Kota Solo, Jumat (17/5).

"Bulan ini ada 2.987 peserta yang dinonaktifkan. Kami kurang tahu alasannya," ucapnya.

Dia menduga pencoretan tersebut akibat data kependudukan tidak akurat, pindah tempat tinggal atau calon peserta sudah meninggal dunia. Siti menyampaikan, seluruh peserta JKN-KIS tersebut merupakan keluarga kurang mampu.

"Mereka selama ini mendapatkan bantuan dari Kementerian Sosial (Kemensos) dan termasuk peserta kategori PBI dari APBN," jelasnya.

Akibat pencoretan tersebut, menyulitkan Pemkot mencapai target cakupan kepesertaan sebesar 100 persen. Padahal, penonaktifan peserta itu berlangsung setiap bulan dan sudah terjadi sejak beberapa bulan lalu.

"Bulan ini saja pemerintah pusat mencoret 2.987 peserta, padahal Pemkot hanya menambah 1.752 peserta. Semestinya penonaktifan peserta JKN-KIS yang dibiayai APBN itu segera disusul dengan pendaftaran peserta baru," ujarnya.

Menurut Siti, kepesertaan JKN-KIS pada bulan ini menurun dibanding dua bulan lalu. Pada Februari, peserta JKN-KIS di Solo sudah berjumlah 554.336 jiwa atau setara 98,32 persen dari total warga. Dengan penonaktifan tersebut cakupan peserta JKN-KIS pada bulan ini menjadi 97,47 persen.

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP