20 Nama Capim KPK Dinilai Hasil Seleksi Terbaik Pansel

Selasa, 27 Agustus 2019 23:13 Reporter : Muhamad Agil Aliansyah
20 Nama Capim KPK Dinilai Hasil Seleksi Terbaik Pansel Pansel Capim KPK. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Mantan Ketua Tim Perumus Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi (UU KPK) Romli Atmasasmita menyatakan Panitia Seleksi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (Pansel Capim KPK) sejauh ini sudah meloloskan calon-calon terbaik. Kinerja Pansel Capim KPK sebelum disoroti setelah meloloskan 20 kandidat pimpinan lembaga antirasuah.

"Saya kenal baik beberapa calonnya, saya tahu bagaimana kinerja mereka, mereka baik-baik semua," kata Romli ketika dihubungi, Selasa (27/8).

Romli juga berharap Presiden Joko Widodo (Jokowi) tetap percaya pada Pansel yang dipimpin oleh Yenti Garnasih itu. Menurut dia, sangat aneh bila Presiden tidak percaya pada tim yang dibentuknya sendiri, apalagi karena opini sejumlah pihak yang menyebut Pansel Capim KPK tidak peka terhadap masukan masyarakat.

"Opini-opini itu muncul karena sosok yang mereka unggulkan jadi pimpinan KPK malah tidak lolos seleksi," ucap Romli.

Menurut Romli, proses seleksi calon pimpinan KPK sudah sangat baik, apalagi ditambah dengan wawancara yang terbuka untuk publik.

Romli mengatakan proses wawancara terbuka bagi Capim KPK merupakan hal baru yang menunjukkan bahwa Pansel turut menyertakan publik dalam memiliki Capim KPK.

"Dulu tidak pernah ada wawancara terbuka untuk publik ini, kalau sudah lolos ya sudah tidak pakai wawancara terbuka," kata Romli. Seperti dikutip Antara.

Sebelumnya, Koalisi Kawal Calon Pimpinan (Capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengkritisi hasil panitia seleksi (pansel) Capim KPK yang meloloskan 20 nama dari tahap seleksi uji profile assesement beberapa waktu lalu. Koalisi tak setuju dengan 20 nama yang lolos.

"Kita bertolak belakang. Kita menganggap masa depan KPK terancam dengan kinerja Pansel selama ini ketika kita membaca 20 nama yang beredar di masyarakat," kata anggota koalisi kawal Capim KPK, Kurnia Ramadhana saat jumpa pers di Kantor LBH Jakarta, Minggu (25/8).

Kurnia menyesalkan sikap pansel capim KPK yang tidak menerima masukan dari masyarakat sipil. Salah satunya koalisi kawal capim KPK ini.

"Bukan hanya menghiraukan, tetapi juga resistance dan beberapa kali justru mengatakan bahwa misalnya ketika koalisi berbicara 'Ini masyarakat yang mana, publik yang mana yang dimaksudkan oleh koalisi'. Itu kita pandang bukan sikap-sikap yang baik yang ditunjukkan oleh pansel," ujarnya.

Terpisah, anggota koalisi kawal capim KPK lainnya, Asfinawati, melihat bahwa lolosnya 20 capim KPK tidak menggambarkan masa depan cerah bagi KPK. Dia mengatakan, ada yang tidak patuh melaporkan LHKPN di antara 20 nama yang dinyatakan lolos seleksi. Kemudian, ada beberapa nama yang lolos mempunyai catatan kelam masa lalu.

"Ini mengartikan bahwa pansel tidak mempertimbangkan isu rekam jejak dengan baik. Patut dicatat apabila calon-calon dengan rekam jejak bermasalah lolos, berarti pansel KPK memiliki andilnya sendiri dalam lemahnya agenda pemberantasan korupsi ke depan," ucap dia.

Sementara itu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berharap Panitia Seleksi Calon Pimpinan (Pansel Capim) KPK jilid V periode 2019-2023 tak reaktif saat menerima masukan dari masyarakat.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, kritik dan saran dari masyarakat merupakan hal wajar diterima Pansel. Sama halnya seperti KPK, menurut Febri, lembaga antirasuah tak lepas dari kritik dan saran masyarakat.

"KPK juga sering dikritik oleh masyarakat, tapi itu kami letakkan sebagai masukan dan saran yang harus diterima dan didalami. Karena kami paham, KPK adalah milik publik, milik masyarakat Indonesia," kata Febri di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (26/8).

Febri mengatakan, dari pada Pansel terus bereaksi ketika menerima saran dan kritik, lebih baik Pansel bekerja semaksimal mungkin demi mendapat calon pimpinan lembaga antirasuah yang kredibel.

"Hal krusial yang perlu kita pahami bersama, Pansel Capim KPK dibentuk oleh Presiden, sehingga seluruh tugas yang dilaksanakan Pansel Capim KPK tersebut dilaksanakan dalam amanat dan marwah dari Presiden," kata Febri.

Pansel Capim KPK Tanggapi Tudingan Konflik Kepentingan Sebagai Masukan

Al-Araf, anggota Pansel Capim KPK, menanggapi suara dari teman Koalisi Kawal Capim KPK, khususnya yang dirilis oleh Ketua YLBHI Asfinawati terkait dugaan tiga panitia seleksi calon pimpinan KPK atau Pansel Capim KPK yang diduga terlibat konflik kepentingan dengan 20 peserta Capim KPK.

"Kami terima semua masukan dari mana pun sebagai dinamika Pansel, lembaga tak bisa bekerja kalau tidak ada dukungan masyarakat," kata pria karib disapa Al saat ditemui di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, Senin (26/8).

Diketahui tiga Pansel disebut adalah, Indriyanto Seno Adji, Hendardi, dan Ketua Pansel Yenti Garnasih. Asfina menduga dari rekam jejak mereka, kuat kaitannya mereka dengan institusi kepolisian.

Namun begitu, Yenti sendiri telah tegas membantah kalau dirinya bukan seperti apa yang ditudingkan. Dia mengklaim bersih dari konflik kepentingan mana pun, dengan institusi apa pun.

"Clear saya bukan penasehat ahli polri bukan staf ahli Kabareskrim, bukan staf ahli Kalemdikpol, saya hanya pengajar dan mengajar itu dimana-mana. Paling banyak di Kejaksaan, apakah itu sesuatu merisaukan?" kritik dia.

Senada, ditegakkan, Hendardi tiap langkah Pansel KPK terlalu dikaitkan dengan segala dugaan konflik kepentingan. Namun dia meyakini Pansel akan bekerja sebaik dan seprofesional mungkin. [gil]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini