Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

2 Tahun jadi muncikari di Semarang, Yandi punya koleksi 50 wanita

2 Tahun jadi muncikari di Semarang, Yandi punya koleksi 50 wanita Mucikari prostitusi online di Semarang. ©2017 merdeka.com/parwito

Merdeka.com - Penggerebekan yang dilakukan petugas Unit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jateng di kamar 104 Hotel Fave Jalan Diponegoro, Kota Semarang berhasil mengamankan seorang muncikari bernama Nuryadi (37) warga Jalan Kertanegara, Kelurahan Pleburan, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang.

Dari pengakuan pelaku, dirinya sudah selama dua tahun menjajakan wanita panggilan bersamanya melalui social media atau twitter berstatus freelance berjumlah sekitar 15 orang wanita. Sementara, koleksi wanita yang siap untuk melayani laki-laki hidung belang sebanyak 50 orang. Dirinya mengaku sengaja menggunakan fasilitas twitter supaya terlihat lebih berkelas dan sasaran pelanggan laki-laki hidung belang adalah kelas menengah ke atas.

Berbekal akun twitternya bernama @cak_asyik, Nuryadi menawarkan berbagai jenis wanita dari usia, profesi dan statusnya untuk menerima pesanan kencan laki-laki hidung belang. Dalam sebulan, Nuryadi mengaku dengan mengantongi stok wanita dari ibu rumah tangga, janda, orang kantoran dan mahasiswi bisa mendapatkan penghasilan hingga mencapai Rp 10 juta.

"Profesinya macam-macam. Ada yang ibu rumah tangga, ada yang janda. Tarifnya kalau dua jenis itu sekitar Rp 500 ribu sekali kencan. Kalau ceweknya yang jenis dan statusnya orang pekerja kantoran dan mahasiswi biasanya tarifnya antara Rp 1 juta sampai Rp 2,5 juta tergantung kondisi dan penampilan ceweknya," ungkap Nuryadi usai diamankan di Kantor Ditreskrimsus Polda Jateng Jalan Sukun Raya, Kawasan Banyumanik, Kota Semarang, Jawa Tengah, Selasa (10/5).

Setelah mendapatkan tamunya melalui akun twitter dan berteman melalui WhatApps (WA) atau pin BBM, kemudian terjadilah transaksi atau tawar menawar dengan menyuguhkan beberapa foto syur yang dikirimkan ke laki-laki hidung belang tersebut. Dari sekali transaksi satu wanita berkencan, Nuryadi mengambil keuntungan antara Rp 200 ribu sampai Rp 500 ribu untuk sekali kencan.

"Saat transaksi, saya mengharuskan pelanggan untuk mengirim uang muka Rp.300 ribu sebagai tanda jadi untuk sekali kencannya supaya orang dan ceweknya percaya," bebernya.

Rata-rata, menurut Nuryadi, wanita yang ikut bekerja dengannya dengan menjajakan dirinya mereka dihadapkan dengan persoalan kebutuhan ekonomi sehari-hari sehingga mereka ikut dan akhirnya terjebak dalam praktik prostitusi online yang dijalankan oleh muncikari Nuryadi ini.

"Kalau ibu rumah tangga alasannya mereka untuk kebutuhan sehari-hari. Tapi kalau yang mahasiswi pada bilang ke saya karena pengen punya HP bagus, mobil bagus, rumah dan paling utama adalah supaya dapat duit banyak, bisa liburan ke luar negeri. Hampir separo jumlahnya yang ikut saya statusnya masih sebagai mahasiswi yang ingin hidup enak," akunya.

Saat ini, Nuryadi masih menjalani pemeriksaan secara intensif di Unit Cyber Crime Polda Jateng dan dipastikan ditahan di Ditreskrimus Polda Jateng untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya itu. Sementara, dua orang lainya yaitu TR, seorang calon mahasiswi anak buah Nuryadi dan seorang laki-laki hidung belang yang merupakan pelanggan Nuryadi masih diperiksa sebagai korban dan saksi.

(mdk/bal)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP