2 Tahun beroperasi, pengoplos gas di Padang selalu berpindah tempat

Rabu, 24 Januari 2018 03:00 Reporter : ER Chania
2 Tahun beroperasi, pengoplos gas di Padang selalu berpindah tempat pelaku pengoplos gas 3 kg di Padang. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Pelaku penyulingan gas bersubsidi 3 kg ke tabung 12 kg di kawasan Air Paku, Kelurahan Sungai Sapih, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Sumatera Barat ternyata telah beroperasi selama dua tahun.

Untuk mengelabui warga dan petugas, keenam pelaku yang diamankan berinisial AF alias Bujang, WR, AI, DR, FS dan BL alias Uncu selalu berpindah tempat. Dari aksi kejahatan, para pelaku meraup keuntungan hingga ratusan juta dalam sebulan.

"Penyulingan dilakukan pelaku dengan memindahkan empat tabung gas 3 kg ke dalam satu tabung gas 12 kg. Sedangkan gas 3 kg harganya Rp 17 ribu untuk satu tabung dikali empat menjadi Rp 68 ribu, sementara harga satu tabung 12 kg dijual Rp 190 ribu, jadi mereka mendapat keuntungan Rp 92 ribu," kata Kapolresta Padang Kombes Pol Chairul Aziz kepada wartawan, Selasa (23/1).

Dalam sehari, para pelaku sanggup mengoplos ratusan tabung gas. Jika dalam seminggu, pelaku mengaku meraup keuntungan sebesar Rp 25 juta.

"Jika satu bulan pelaku mendapat keuntungan Rp 100 juta dan jika dikalikan satu tahun menjadi Rp 1,2 miliar. Ini kita duga telah beroperasi selama dua tahun, namun pelaku mengaku di lokasi gudang yang kita gerebek baru empat bulan beroperasi," jelasnya.

Chairul Aziz mengungkapkan, untuk penjualan tabung gas 12 kg yang telah dilakukan penyulingan dijual ke konsumen seperti pedagang eceran dan warga. Terkait wilayah edar, pihaknya masih melakukan penyelidiki.

"Untuk sementara edarnya masih di wilayah Kota Padang, tapi ini masih kita selidiki apakah ada di luar Kota dan bahkan luar provinsi. Sementara untuk izin PT Pertamina, pelaku tidak ada dan keberadaan gudang pelaku ilegal," cetusnya.

Menjadi faktor kelangkaan gas 3 kg di Kota Padang

Terungkapkan pengoplosan tabung gas 3 kg kedalam tabung 12 kg yang dilakukan keenam pelaku ternyata menjadi faktor kelangkaan gas subsidi di kota Padang. Hal itu disinyalir pelaku membeli tabung gas 3 kg dari setiap agen yang berbeda.

"Kita duga inilah penjebatnya (langka), sebab gas subsidi dialihkan ke nonsubsidi yang telah diambil dan dikumpulkan di gudang mereka dari setiap agen-agen di Kota Padang. Apalagi pelaku telah beroperasi dua tahun," terang Chairul Aziz.

Para pelaku dikenakan pasal 53 huruf a, b, c dan d pasal 23 undang-undang Nomor 22 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas. Selain itu, pelaku juga dikenakan undang-undang konsumen pasal 62.

"Untuk Pelaku terancam enam tahun kurungan penjara untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya," pungkasnya. [cob]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini