2 Hari hilang di Karanghawu, Ucup ditemukan tewas penuh luka
Merdeka.com - Badan SAR Nasional Pos Sukabumi berhasil menemukan jasad wisatawan asal Tegallega, Cianjur, Ucup (18) yang jasadnya hilangnya tenggelam di Pantai Karanghawu, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi. Korban hilang tenggelam pada Minggu, (22/6) ditemukan tidak jauh tempat kejadian musibah atau sekitar 500 meter lokasi hilangnya korban dan hanya terhalang oleh karang saja.
Jasad korban sudah dievakuasi ke darat dan dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Palabuhanratu untuk dilakukan visum dan jenazahnya sudah dikembalikan kepada pihak keluarga.
Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan jasadnya terdapat luka, seperti pada wajah dan beberapa tubuh lainnya. Diduga luka tersebut akibat terbentur saat jasadnya terombang-ambing di laut.
"Hingga kini masih ada dua jasad korban lainnya yang belum ditemukan yang kejadian kecelakaan lautnya terjadi Selasa hari ini pukul 04.30 WIB dengan korban bernama Putri (9) dan Echa (7) warga Cianjur yang tersapu gelombang pasang di Pantai Karanghawu tepatnya di Camp David," kata Wakil Komandan Pos SAR Basarnas Sukabumi, Zulfikri Jumid seperti dikutip dari Antara, Selasa (24/6).
Sementara, Ketua Forum Komunikasi SAR Daerah Kabupaten Sukabumi, Okih Fajri menambahkan pihaknya masih melakukan pencarian terhadap seorang wisatawan asal Bogor yang hilang tenggelam Pantai Pangumbangan, Kecamatan Ciracap yang korbannya diketahui bernama Ageng Dwi Muktiyos (16) yang mengalami kecelakaan laut pada Jumat (20/6) lalu.
Lebih lanjut, sehingga saat ini kasus kecelakaan laut dalam satu pekan terakhir sudah terjadi tiga kasus dengan jumlah korban sebanyak empat orang yakni Ageng Dwi Muktiyoso (belum ditemukan), Ucup (sudah ditemukan), Echa dan Putri (belum ditemukan).
"Selain melakukan pencarian terhadap tiga orang jasad wisatawan yang hilang tenggelam ini, kami juga meningkatkan antisipasi terjadinya kecelakaan laut, mengingat mendekati Ramadan ini jumlah wisatawan yang datang ke objek wisata laut Sukabumi cukup tinggi yang bisa saja berpotensi terjadinya kecelakaan laut," ujar Okeih.
Dia mengimbau kepada seluruh wisatawan yang melakukan aktivitas di laut dan di pantai untuk selalu mentaati peraturan.
(mdk/hhw)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya