174 Pelajar Bogor Ditangkap Ingin Demo DPR, 1 Orang Kedapatan Bawa Celurit

Senin, 30 September 2019 17:14 Reporter : Rasyid Ali
174 Pelajar Bogor Ditangkap Ingin Demo DPR, 1 Orang Kedapatan Bawa Celurit 174 Pelajar yang hendak Demo Ditangkap Polresta Bogor. ©2019 Merdeka.com/Rasyid Ali

Merdeka.com - 174 pelajar asal Bogor yang ditengarai hendak pergi ke Jakarta, diamankan Polresta Bogor Kota dari sejumlah titik penyekatan, Senin (30/9). Dari ratusan pelajar diamankan, tiga di antaranya perempuan yang ingin ikut demo di gedung DPR/MPR.

Mereka kemudian digelandang ke Mako Polresta Bogor Kota, untuk dilakukan pendataan dan memanggil pihak sekolah dan orang tua. Polisi juga tidak akan memberi izin mereka pulang sebelum orang tuanya datang.

Kapolresta Bogor Kota, Komisaris Besar Hendri Fiuser mengatakan ada seorang siswa menjalani proses lebih lanjut, karena kedapatan membawa senjata tajam jenis celurit di dalam tasnya.

"Iya ada satu bawa celurit. Sedang dalam proses anaknya," kata Hendri.

Menurut Hendri, sebagian besar pelajar yang diamankan, berasal dari sekolah yang ada di Kabupaten Bogor. "Iya kebanyakan dari kabupaten, sebagian juga dari kota. Kita panggil pihak sekolah dan orang tuanya," kata dia.

1 dari 2 halaman

Tiga Pelajar Perempuan

Tidak hanya pelajar laki-laki yang terjaring, polisi juga menangkap tiga pelajar perempuan yang mengaku hendak berdemonstrasi di DPR RI. Namun, mereka tidak mengetahui apa yang akan disuarakan.

Fitri Ramadhani, siswi asal SMK Widya Dharma Citeurep Kabupaten Bogor, mengaku ingin datang ke DPR dengan modal uang Rp 20 ribu dan hendak berangkat dari Stasiun Bogor, sebagai salah satu titik kumpul.

"Saya mah mau ngecek doang di stasiun ada polisi apa nggak. Soalnya banyak yang bilang di IG (Instagram) udah pada sampai di Manggarai. Dapet info aja dari IG makanya berangkat. Demo katanya. Tapi nggak tahu RKUHP itu apa," ujar siswi kelas 3 itu.

2 dari 2 halaman

Orang Tua Minta Anak Tak Ikut Demo

Sementara salah seorang orang tua pelajar, Hamidah mengaku anaknya sempat meminta uang jajan lebih saat berpamitan untuk sekolah. Dia pun telah mengingatkan anaknya untuk tidak ikut-ikutan demo di Jakarta.

"Udah dibilangin jangan ikutan. Emang tadi mau berangkat minta uang jajan lebih. Tapi nggak saya kasih. Udah aja berangkat. Eh tadi bapaknya ditelpon sekolah disuruh ke polres," katanya.

Orang tua siswa lainnya, Lilis mengaku bersyukur anaknya terjaring lebih dulu di Bogor. "Kalau di Jakarta mah nggak tahu deh. Tadi pamitnya mah mau sekolah. Bagus sih udah ketangkap di Bogor. Nggak tahu kalau di Jakarta mah," kata dia. [gil]

Baca juga:
Pendemo Depan DPR Tutup Jalan Tol Arah Slipi, Polisi Tembakkan Gas Air Mata
Sampaikan 10 Tuntutan, Barisan Soloraya Bergerak Demo di Depan Gedung DPRD Solo
Polisi Imbau Pelajar di Tangerang Selatan Tak Berdemo di DPR
Kena Razia di Bekasi, Puluhan Demonstran Pelajar Alasan Mau Jalan-Jalan ke Kota Tua
Demo Berujung Ricuh di DPRD Magelang, Polisi Tetapkan 16 Pelajar Tersangka
Mendulang Rupiah dari Pendemo di DPR
Hendak Nyusup di Demo Mahasiswa, 7 Siswa di Palembang Diamankan Polisi

Topik berita Terkait:
  1. Demo Pelajar
  2. Senjata Tajam
  3. Bogor
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini