16 Narapidana di Lapas Wirogunan kedapatan gunakan narkoba
Merdeka.com - Penyelundupan narkoba dan sejumlah obat-obatan terlarang masih kerap terjadi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Wirogunan, Yogyakarta.
Hal ini diperkuat dengan ditemukannya alat isap narkoba saat razia di Lapas Wirogunan, Kamis (19/1).
Menurut Kepala Lapas Wirogunan, Suherman, penemuan alat isap tersebut berawal dari kecurigaan tak ditemukannya barang terlarang dalam razia rutin yang digelar oleh petugas lapas. Tiap satu minggu sekali, lanjut Suherman, petugas melakukan penggeledahan pada pagi hari.
"Hasil temuan nihil saat razia pagi, kami coba geledah siang. Hasilnya kami temukan sebuah bong (alat isap) di sel tahanan blok D," ujar Suherman di Lapas Wirogunan, Jumat (28/1) malam.
Suherman menduga alat isap itu digunakan oleh para narapidana secara bergantian. Pasalnya tak ditemukan lagi adanya alat isap. Petugas lapas, kata Suherman, kemudian mengisolasi para narapidana yang dicurigai menggunakan barang haram itu.
"Jumat siang tadi, ada 16 narapidana yang dicek urin oleh Polresta Yogyakarta. 10 narapidana dari blok D1 dan enam narapidana dari blok D6," jelas Suherman.
Suherman menambahkan, dari hasil tes urin diketahui 15 narapidana positif sabu-sabu dan satu narapidana positif obat penenang. Ke 16 narapidana itu pun kemudian diserahkan ke kepolisian.
"Dari temuan 19 Januari itu, kamera CCTV juga sudah dibuka dan belum menemukan indikasi mencurigakan dari temuan. Pelemparan barang biasanya bisa sore, malam, atau waktu subuh," ujarnya.
Selain bakal lebih lebih mengetatkan penjagaan, Suherman berjanji akan mengetatkan pemeriksaan pembesuk tahanan. Pembesuk, kata dia, hanya diizinkan hanya dari unsur keluarga.
"Bukan teman dan orang lain. Saya merencanakan tes urin pegawai di sini (Lapas Wirogunan) juga. Tak akan ada pemberitahuan," ungkapnya.
(mdk/hrs)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya