Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

15.110 Jiwa Terdampak Banjir di Samarinda Saat Lebaran

15.110 Jiwa Terdampak Banjir di Samarinda Saat Lebaran Banjir Samarinda. ©2020 Merdeka.com/Saud Rosadi

Merdeka.com - Banjir besar momen lebaran 2019 lalu terulang lagi di Samarinda. Pada lebaran 2020, banjir merendam ribuan rumah di 3 kecamatan yang berdampak pada 15.110 jiwa.

Banjir mulai merendam permukiman sejak Jumat (22/5) siang lalu, usai diguyur hujan 7 jam. Tercatat, hujan berintensitas deras mulai pukul 03.30 Wita dini hari, hingga 10.30 WITA.

Warga korban banjir, sebagian besar urung berlebaran Idulfitri. Penyebabnya, rumah mereka tidak lagi bisa ditinggali lantaran ketinggian air rata-rata hingga 1 meter. Mereka pun terpaksa mengungsi.

Kendati demikian, relawan kebencanaan di Samarinda bergerak cepat. Sedari dini hari tadi, mereka sudah menyisir dan mendata mandiri permukiman penduduk yang terdampak. Termasuk, melakukan proses evakuasi warga, dan mendistribusikan makanan dari olahan dapur umum darurat.

"Ada 3 kecamatan terdampak banjir di kecamatan Samarinda Utara, kecamatan Sungai Pinang, dan kecamatan Samarinda Ulu," kata salah satu koordinator relawan Info Taruna Samarinda (ITS) Joko Iswanto, kepada merdeka.com, Minggu (24/5) malam.

Joko menerangkan, warga terdampak banjir tinggal di 6 kelurahan di ketiga kecamatan, dengan ketinggian air 30 centimeter, hingga 1 meter.

"Data sementara dari inventarisir relawan, ada 15.110 jiwa terdampak banjir. Di 19 RT kelurahan Sempaja Timur misalnya, sebagian besar warga sudah mengungsi dari rumahnya. Data ini terus kami perbaharui," ungkap Joko.

Warga korban banjir, menyesalkan banjir besar ini, kembali terulang dan melumpuhkan aktivitas warga yang hendak berlebaran. Saat itu, ada 50 ribu jiwa terdampak banjir hingga 2 pekan baru surut. "Pemkot Samarinda tidak belajar dari pengalaman banjir 2019. Iya, banjir sampai 2 pekan waktu itu kan? Benar-benar parah," demikian Sadi (38), warga Gunung Lingai yang juga korban banjir.

"Kalau saya sudah mengungsi. Apalagi, listrik sudah padam karena memang air sampai 1 meter. Kota ini seperti tidak ada yang urus soal banjir. Banjir itu meman tidak bisa dihilangkan. Tapi, bisa diminimalisir dampaknya," keluh M Amin, warga lainnya.

(mdk/fik)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP