1.200 Personel Polda Jatim Diperbantukan Kawal Sidang Gugatan Pilpres 2019

Rabu, 12 Juni 2019 21:03 Reporter : Moch. Andriansyah
1.200 Personel Polda Jatim Diperbantukan Kawal Sidang Gugatan Pilpres 2019 Apel pengamanan pasukan Brimob. ©Liputan6.com/Immanuel Antonius

Merdeka.com - Polda Jawa Timur mengerahkan 1.200 personel untuk mengawal sidang sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK). Ribuan personel itu ditugaskan untuk Bantuan Kendali Operasi (BKO) mengawal sidang gugatan Pilpres yang digelar pada 14 Juni 2019.

Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Frans Barung Mengara mengatakan, ribuan personel yang diberangkatkan ke Jakarta itu terdiri dari 700 personel Brimob dan 500 personel Sabhara. Sehingga jika ditotal jumlah personel Polda Jatim diperbantukan ke Jakarta mencapai 1.200.

"Mereka (1.200 personel Polda Jatim) akan disiagakan di Mebes Polri terlebih dulu sebelum ditempatkan di kantor MK," kata Barung di Mapolda Jawa Timur, Rabu (22/6).

Imbau Masyarakat Tak ke Jakarta

Selain itu, untuk mengantisipasi pergerakan massa dari Jawa Timur seperti aksi people power pada 22 Mei 2019 lalu, Polda Jawa Timur mengimbau kepada masyarakat untuk tidak lagi terprovokasi ajakan-ajakan inkonstitusional ke Ibu Kota saat sidang gugatan yang diajukan Prabowo-Sandi digelar.

Imbauan ini, tandas Barung, akan segera disampaikan langsung oleh Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Luki Hermawan bersama Gubernur Khofifah Indar Parawansa serta jajaran Forkopimdan.

"Mengenai apa yang terjadi di wilayah Jatim, Kapolda Jatim akan menyampaikan kepada masyarakat untuk tidak terprovokasi dan terpengaruh adanya hal hal yang dihembuskan sebagai pembentukan opini," ungkapnya.

"Nanti akan disampaikan bersama gubernur dan Pangdam V Brawijaya , Kapolda Jatim juga akan memberikan keterangan bersama para tokoh masyarakat yang ada Jatim," sambungnya.

Untuk itu, Barung kembali menegaskan, bahwa pihaknya tidak akan melakukan sweeping seperti saat aksi people power 22 Mei 2019 lalu.

"Kami berkeyakinan sekali masyarakat Jatim mampu untuk menangkal itu semua (provokasi), untuk itu kami tak akan melakukan sweeping," tandasnya. [gil]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini