12 Rumah rusak ringan akibat gempa di Kabupaten Malang
Merdeka.com - Sebanyak 12 rumah di Kabupaten Malang mengalami kerusakan ringan akibat gempa semalam. Kerusakan dipicu oleh getaran yang membuat atap sejumlah rumah berjatuhan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, Bagyo Setiyono mengungkapkan kerusakan terjadi secara menyebar di beberapa kecamatan. Namun kerusakan dalam kategori ringan.
"Kerusakan ringan terjadi di Kecamatan Pagelaran dan Sumbermanjing Wetan. Sekitar 12 laporan yang menyatakan kerusakan ringan," kata Bagyo Setiyono saat dihubungi, Kamis (17/11).
Kata Bagyo, hingga saat sekarang ini belum ada laporan yang menyatakan kerusakan parah. Pihaknya telah melakukan koordinasi dengan sejumlah kepala desa dan camat.
"Semalam saya sweeping ke daerah pesisir selatan seperti Pujiharjo, tidak ditemukan kerusakan parah," terangnya.
Pihaknya terus melakukan koordinasi dan identifikasi, kemungkinan adanya kerusakan. Selain itu juga dilakukan pengecekan sejumlah data yang sudah diterima.
Sementara itu, Kepada BPBD Kabupaten Malang, Hafie Lutfie meminta masyarakat tidak mudah percaya dengan foto-foto yang tersebar di masyarakat. Karena beberapa foto setelah dilakukan pengecekan tidak benar.
"Kita lakukan assessment dengan menerima semua laporan masyarakat baik melalui camat maupun kepala desa. Hanya di Kecamatan Pangelaran saja yang menyatakan adanya kerusakan," katanya.
Kerusakan dalam bentuk atap genting rontok yang oleh pemiliknya secara cepat langsung dibenarkan. BPBD masih terus menunggu perkembangan.
Gempa mengguncang Kabupaten Malang dan sekitarnya. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) besar gempa dalam kisaran 6,2 skala richter. Gempa terjadi pukul 22.10 WIB dengan pusat gempa berada di 9.32 LS dan 113.12 BT dengan kedalaman 69 Kilometer.
Lokasi gempa berada 127 KM di tengara Kabupaten Malang. Getaran gempa sempat membuat masyarakat berhamburan keluar rumah.
Kabupaten Malang sendiri dalam rentang setahun terakhir telah diguncang lima kali gempa dalam kategori besar. Masyarakat kerap dibuat panik meski pun tidak terjadi kerusakan besar.
"Kita semua harus berpikir bahwa wilayah Malang Raya dan sekitarnya memang dalam kategori rawan gempa. Sehingga harus berpikir bagaimana bangunannya, dan bagaimana menghadapi laut selatan yang selama ini kerap menjadi pusat gempa," urai Bagyo mengingatkan.
Gedung-gedung seharusnya mulai memikirkan jalur evakuasi dalam bentuk tangga di luar bangunan. Sehingga ketika terjadi gempa, proses penyelamatannya akan lebih mudah.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya