105 Penerbangan Lion Air Terdampak Kabut Asap Sumatera dan Kalimantan
Merdeka.com - Kabut asap terus menyelimuti sebagian Sumatera dan Kalimantan akibat Karhutla. Bencana itu berdampak luas bagi penerbangan maskapai. Hari ini, 105 penerbangan Lion Air Group terdampak kabut asap di berbagai bandara di Indonesia.
Dampak kabut asap bagi operasional 105 penerbangan Lion Air Group terjadi di banyak bandara. Seperti di di Bandara Ngurah Rai Denpasar (DPS), Bandara Juanda Surabaya (SUB) Bandara Kertajati di Majalengka (KJT), Bandara Yogyakarta di Kulonprogo (YIA) serta Bandara Sultan Hasanuddin Makassar (UPG).
Selain itu juga jadwal terbang di Bandara Halim Perdana Kusuma (HLP), Bandara Aji Pangeran Tumenggung Pranoto di Samarinda (AAP), Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman di Balikpapan (BPN), Bandara Tjilik Riwut di Palangka Raya (PKY), Bandara Kalimarau di Berau (BEJ) serta Bandara Supadio di Pontianak (PNK).
"Lion Air, Batik Air dan Wings Air memberikan update terbaru hingga pukul 15.00 waktu setempat, dampak dari kabut asap hari ini," kata Corporate Communications Strategic of Lion Air Group, Danang Mandala Prihantor, dalam keterangan tertulis diterima merdeka.com, Sabtu (14/9).
Imbas dari kabut asap, Lion Air Group menjadikannya dalam 7 kategori seperti Informasi Pengalihan Pendaratan (divert), Informasi Keterlambatan Kurang dari 60 menit, Informasi Keterlambatan 60 menit – 180 menit, Informasi Keterlambatan Lebih dari 180 menit, Informasi Keterlambatan Sampai Pemberitahuan Lebih Lanjut (Until Further Notice/ UFN), Informasi Pembatalan Penerbangan, serta potensi keterlambatan rute berikutnya dan dampak rotasi.
"Sebagai langkah menjamin keselamatan dan keamanan, Lion Air Group mengalami delay, pengalihan pendaratan (divert) serta melakukan pembatalan penerbangan (cancel)m Dampak yang timbul berpotensi mengakibatkan terganggunya pada rotasi pesawat untuk sektor atau rute penerbangan berikutnya," ujar Danang.
"Keputusan tersebut disebabkan akibat cuaca buruk berupa fog/ smoke (kabut asap), yang terjadi di beberapa daerah. Kondisi ini mengakibatkan jarak pandang pendek (visibility below minimum) dan tidak memenuhi persyaratan keselamatan penerbangan," tambahnya.
Dijelaskan Danang, Lion Air Group sudah menginformasikan kepada seluruh penumpang yang terganggu perjalanannya. Lion Air Group memfasilitasi kepada penumpang bagi yang akan melakukan proses pengembalian dana (refund), perubahan jadwal keberangkatan (reschedule). "Sesuai dengan ketentuan dan aturan yang berlaku," tutup Danang.
(mdk/fik)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya