Bank Buka Peluang Salurkan Kredit untuk Pembiayaan Kendaraan Listrik

Sektor perbankan buka peluang untuk berpartisipasi dalam memberikan pembiayaan terhadap kendaraan listrik berbasis baterai. Berbagai potensi pun digali, termasuk dengan menyalurkan program kredit.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Bank Buka Peluang Salurkan Kredit untuk Pembiayaan Kendaraan Listrik
bank bukopin. tsakti.wordpress.com

Sektor perbankan buka peluang untuk berpartisipasi dalam memberikan pembiayaan terhadap kendaraan listrik berbasis baterai. Berbagai potensi pun digali, termasuk dengan menyalurkan program kredit.

Direktur Bisnis UKM PT Bank KB Bukopin Tbk Yohanes Suhardi mengatakan, pihak perbankan saat ini masih terus menggali peluang pembiayaan pada industri kendaraan listrik, yang notabene masih seumur jagung.

"Tapi kembali pertanyaannya, apakah saat ini yang mana notabene baru mulai 1-2 tahun, apakah bank sudah mulai berani masuk ke sana? Apakah bank mengerti risikonya? Termasuk, apakah harga baterai ini seperti apa, resale value dan sebagainya?" ungkapnya dalam sesi webinar yang digelar Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kamis (17/11).

Menurut dia, itu jadi tantangan pada sisi internal perbankan untuk terus mengevaluasi, memberikan knowledge yang lebih kepada tim. "Banyak hal yang bisa kita lakukan, bahkan untuk KUR pun kita bisa lakukan, kredit usaha rakyat. Ini sangat menarik sekali," kata Yohanes.

Berbicara lebih jauh dari end user-nya, dia pun melihat adanya potensi pembiayaan untuk pengadaan bus listrik di Trans Jakarta. Yohanes menilai, jumlah kepemilikan bus listrik di Trans Jakarta ke depan akan terus bertambah, seiring tekad pemerintah untuk menjemput ekonomi hijau.

"Trans Jakarta ini kalau kita bisa masuk, tidak hanya dari financing kendaraannya, tapi juga kita bisa buat dari segi untuk ritelnya, misal sari segi payment gateway dan lainnya. Bluebird pun sudah mulai masuk," sebut dia.

"Ini artinya, sekali lagi menunjukan opportunity itu sangat terbuka lebar, dan menurut bank, ini lah future daripada kendaraan di Indonesia. Jadi kalau bank tidak mulai di sini, mungkin akan terlambat. Kami percaya, kalau siapa duluan itu pasti yang akan keluar jadi pemenang," ujar Yohanes.

Tunggu Dukungan OJK dan BI

Namun, pihak perbankan sejauh ini disebutnya masih menunggu dukungan aturan lebih rinci terkait itu dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), agar mereka lebih punya keberanian menyalurkan pembiayaan untuk kendaraan listrik.

"Tentunya kita masih menunggu kebijakan-kebijakan selanjutnya dari OJK dan Bank Indonesia untuk membuat kami lebih berani lagi, lebih ingin lagi berpartisipasi lebih besar lagi," kata Yohanes.

Terkait penyaluran kredit untuk pembiayaan kendaraan listrik, Yohanes mengaku pihaknya pun masih melihat kesiapan pasar. "Lalu ekosistem hulu dan hilir, ini adalah sistem kredit di perbankan yang luar biasa, yang memang bank sangat mengharapkan adanya suatu ekosistem. Termasuk kami di Bukopin, kami ingin mendapatkan financing secara ekosistem, secara full," tuturnya.

"Challenge, kesiapan infrastruktur pendukung. Harga unit mobil, resell value, harga baterai, itu adalah challenge-challenge kita," ujar Yohanes.

Bank Bukopin juga sudah bekerjasama dengan Hyundai untuk memberikan bantuan financing kepada pihak dealer-nya bagi penjualan kendaraan listrik. "Saat ini kami mencatat sudah Rp 84 miliar mobil berbasis listrik yang kita memberikan financing, melalui dealer-dealer Hyundai ini," pungkas Yohanes.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com

Rekomendasi