Joe Markus ajak siswa Al Azhar tekuni pekerjaan sesuai dengan passion

Jumat, 17 November 2017 16:59 Reporter : Endang Saputra
Fotografer profesional Joe Markus jadi pembicara dalam 'The Future Talks: Work with Passion. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Fotografer profesional Joe Markus, menyatakan, pekerjaan menjadi menyenangkan kala yang ditekuninya sesuai dengan hobi (passion). Manfaat lainnya, kita pun

'benar-benar hidup'. Sehingga kerja terasa tanpa beban, meski ada kendala dan tantangan.

"Jadi buat adik-adik Al Azhar ini, saya kasih lihat, bahwa kalau kita bekerja sesuai dengan passion kita, hobi kita, hasrat kita, itu pekerjaan terasa menyenangkan," ujar Joe Markus saat menjadi pembicara dalam 'The Future Talks: Work with Passion' di SMA Al Azhar Bekasi, Jawa Barat, Kamis (16/11). Fotografer profesional Joe Markus jadi pembicara dalam 'The Future Talks: Work with Passion 2017 Merdeka.com Kata Joe, banyak cara untuk memulai karir yang sesuai dengan passion. Namun, yang utama, harus menguasai fondasi bagus dalam teknik dengan cara belajar.

"Bisa dengan kursus, sekolah, kuliah, atau kita langsung bekerja mengikuti satu mentor," bebernya dalam kegiatan yang digelar Universitas Gunadarma (UG) dan berkolaborasi dengan Kapanlagi Network (KLN).

Meski demikian, Joe mengakui ada suka-duka dalam menekuni profesi, sekalipun sesuai passion. Tapi, menurutnya, itu semua sebagai proses pematangan dan pengawasan diri.

"Di sini, tentunya seorang mengikuti pendidikan yang betul dia lebih siap untuk menghadapi kendala-kendala ini," kata dia.

Agar sukses dalam karir, menurut Joe, pastikan apa yang dikerjakan sesuai tujuannya, agar selalu berada di trek menuju puncak. "Kalau kita tidak punya tujuan yang bagus, tidak punya misi, banyak sekali hal-hal duniawi ini kadang-kadang nanti kurang begitu bagus," jelasnya. Fotografer profesional Joe Markus jadi pembicara dalam 'The Future Talks: Work with Passion 2017 Merdeka.com Joe pun mendorong agar siswa Al Azhar melihat passion-nya sejak dini dan kemudian cita-cita masa depannya. "Kalau tidak, takutnya tidak punya arah," katanya.

Dirinya berkeyakinan, siswa Al Azhar Bekasi bakal lebih mudah dalam menggapai masa depan. Sebab, mengenyam pendidikan di sekolah yang sarat dengan nilai-nilai keagamaan. Sehingga membentuk karakter para siswa ke depan.

Di sisi lain, Joe berharap The Future Talks dapat terus berlanjut. Pertimbangannya, kegiatan tersebut mengajak para siswa yang tengah beranjak dewasa, agar menata masa depannya sedari dini.

"Tentu pendidikan buat perjalanan dari anak ini bisa lebih bagus di-manage. Dia juga bisa punya nilai usaha-usaha yang bagus. Contohnya, entrepreneurship, profesionalisme. Seperti itu," ucapnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Al Azhar Bekasi, Jamalullail, mengapresiasi UG dan KLN, lantaran telah menggelar The Future Talks di sekolahnya. Apalagi, membuka wawasan kepada para peserta, bila hobi bisa menjadi profesi.

"Sesuatu yang kecil ini, tidak boleh di anggap remeh, karena siswa dengan menekuni dengan baik, dengan serius, mungkin jadi sebuah hal yang menakjubkan," ujarnya.

Guru Biologi itu menambahkan, kegiatan yang diikuti 130 siswa kelas XI tersebut seperti yang pernah digelar Al Azhar Bekasi sebelumnya. Yakni motivasi membangun karakter.

"Materinya, bagaimana membangkitkan semangat siswa," ujarnya.

"Nanti ada acara lain, misalnya pemateri-materi dari berbagai profesi. Untuk tahun lalu, kita ambil pemateri animasi, itu mereka membuat film Iron Man. Ternyata, anak tertarik," dia menambahkan.

Hal tersebut dilakukan, lantaran Al Azhar memiliki visi-misi sebagai sekolah berwawasan global dan mendorong siswanya menjadi ahli-ahli entrepreneur yang tak pernah terpikirkan sebelumnya.

"Membikin profesi yang menakjubkan," katanya [hhw]

Topik berita Terkait:
  1. Universitas Gunadarma
  2. Bekasi
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini