Dari Solar Dryer House hingga Panel Surya, Ajak Anak Belajar Potensi Tenaga Matahari
Merdeka.com - Setahun belakangan ini, sekolah masih digelar secara daring karena adanya pandemi. Hal ini terkadang membuat anak-anak kesulitan memahami pelajarannya, khususnya siswa kelas 5 SD yang sedang memelajari Tenaga Surya Energi Masa Depan.
Untungnya, Kemendikbud meluncurkan program Belajar dari Rumah untuk membantu para siswa dalam memahami pelajarannya. Di Episode ke-51, dampingi anak untuk belajar tentang potensi tenaga matahari sebagai sumber energi alternatif yang lebih ramah lingkungan dan tidak akan habis terpakai.
Radiasi Sinar Matahari
©Kemendikbud
Dibuka dengan cerita petani Desa Minggir, daerah perbukitan Menoreh DIY yang mengembangkan usahanya dalam mengeringkan rempah-rempah. Dibantu oleh Andhika Mahardika dan Nurrachma Asri Saraswati, penduduk di desa tersebut tak lagi mengalami banyak kerugian karena rempah-rempah yang tidak laku atau terbuang percuma karena busuk.
Dengan mengeringkan jahe, kunyit, dan temualwak, kadar airnya akan berkurang sehingga menghambat perkembangan mikroorganisme yang memicu pembusukan. Menariknya, proses pengeringan ini dilakukan di dalam rumah surya pengering rempah-rempah atau solar dryer house.
Mengubah Tenaga Matahari Menjadi Listrik
©Kemendikbud
Prinsip mengeringkan rempah-rempah ini sama dengan menjemur ikan asin di bawah matahari, hanya caranya yang sedikit berbeda. Penggunaan rumah surya akan mengoptimalkan radiasi sinar matahari untuk mengeringkan rempah-rempah yang di atta di atas rak-rak. Selain bisa mencapai suhu 60 derajat Celcius yang dapat mempercepat proses pengeringan, ruang yang tertutup juga melindungi rempah-rempah dari debu, kotoran binatang, dan air hujan.
Bukan hanya mengeringkan hasil tani, radiasi matahari juga dapat diubah menjadi tenaga listrik. Sinar matahari yang mengenai lapisan panel surya akan mengaktifkan medan listrik dan menghasilkan arus listrik. Tidak heran jika banyak negara maju yang mulai melirik penggunaan panel surya untuk menggantikan bahan bakar fosil yang cadangannya makin menipis.
Menyelesaikan Soal yang Diberikan
©Kemendikbud
Seperti episode-episode sebelumnya, program Belajar dari Rumah ini juga akan mengajak para siswa untuk menyelesaikan berbagai soal yang diberikan. Mulai dari menanggapi bacaan, melengkapi kalimat dengan kosakata yang tepat, hingga menghitung jumlah panel surya yang dibutuhkan untuk menutup seluruh bangunan. Semua dilengkapi dengan pembahasan yang disajikan dengan bahasa yang mudah dipahami oleh anak-anak yang duduk di bangku kelas 5 SD.
Tak ketinggalan, proyek kreatif minggu ini untuk melanjutkan pembuatan menara kincir tenaga matahari. Kali ini, Kak Lisa mengajak anak-anak untuk membuat kincir dari kertas, dengan mengikuti tutorial yang ditayangkan di layar kaca.
Makin semangat, anak-anak pun kini lebih mudah memahami pelajaran meskipun masih harus belajar secara daring. Ikuti episode-episode lainnya dari program Belajar dari Rumah yang dihadirkan oleh Kemendikbud dan tayang setiap hari di TVRI, mulai pukul 10.30-11.00 WIB khusus untuk kelas 5 SD. (mdk/tmi)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya