Ciri-ciri kebahasaan teks negosiasi Bahasa Indonesia, apa saja?
Merdeka.com - Kapankah kamu perlu melakukan negosiasi? Sebenarnya negosiasi bisa dilakukan kapanpun. Negosiasi diperlukan kalau kamu merasa ingin melakukan penawaran, terutama kalau barang atau jasa yang ditawarkan ke kamu masih terlalu mahal.
Dalam Bahasa Indonesia, teks negosiasi adalah teks yang berisi interaksi sosial antara satu orang dengan lainnya yang berfungsi untuk menetapkan keputusan di antara pihak-pihak yang mempunyai kepentingan berbeda. Kedua belah pihak dalam negosiasi ini memiliki hak atas hasil akhir. Hasil akhir dalam negosiasi ini memerlukan persetujuan kedua belah pihak sehingga terjadi proses saling memberi dan menerima sesuatu untuk mencapai kesepakatan bersama. That’s right! Yang penting adalah tercapai kesepakatan antara 2 pihak.
Teks negosiasi yang baik selalu menunjukkan kaidah negosiasi. Adapun kaidah atau ciri kebahasaan teks negosiasi yang baik adalah seperti di bawah ini:
1. nggak menyajikan lebih dari tiga argumen dalam satu waktu
2. dimulai dengan argumen yang paling kuat dan didukung dengan fakta-fakta pendukung
3. membangun argumen secara logis, rapat, mengikat, dan hati-hati
4. menjelaskan sudut pandangmu, membuat kesimpulan dari pandangan tersebut, kemudian kamu bisa mengatakan apabila kamu nggak setuju dengan mitra negosiasi
5. merinci kembali pokok bahasan pihak mitra negosiasi untuk menunjukkan bahwa anda telah mengerti
6. meminta alasan dari pihak mitra negosiasi (kenapa ya/kenapa tidak)
7. nggak menyela argumentasi dari pihak mitra negosiasi, dengarkan, dan cari titik lemahnya
Itulah sekilas tentang ciri kebahasaan teks negosiasi dalam Bahasa Indonesia yang kamu perlu tahu. Negosiasi nggak hanya bisa dilakukan di pasar, tapi juga di tempat-tempat lain yang memungkinkan adanya penawaran. Apakah kamu tertarik untuk mencoba membuat teks negosiasi ini? (mdk/iwe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya