Cari tahu perkembangan transportasi pada zaman penjajahan Belanda
Merdeka.com - Pelaksanaan tanam paksa di daerah Hindia Belanda memang membuat rakyat sangat menderita. Namun, bagi Belanda, tanam paksa ini membawa pengaruh yang baik bagi mereka. Kas Belanda menjadi semakin baik setelah ada pemasukan dari hasil tanam paksa. Untuk menyalurkan hasil tanaman itu, digunakan alat transportasi seperti kereta. Lalu, bagaimana sejarahnya? Yuk kita simak bersama.
Beberapa jenis tanaman perkebunan yang ditanam di tanah Hindia Belanda ketika ada tanam paksa adalah tebu, tembakau, kopi, teh, kina, kelapa sawit, dan karet. Hasil yang berupa barang tambang juga mengalami peningkatan. Ekspor terus mengalami perkembangan dengan berjumlahnya permintaan dari pasaran dunia. Mulailah pemerintah membangun saran yang digunakan untuk melayani semua permintaan pasar dunia tersebut.
Pembangunan dimulai di tahun 1873, dengan dibangunnya beberapa jalan kereta api. Beberapa jalan kereta api yang dibangun pertama kali adalah di antara Semarang - Yogyakarta, Batavia - Bogor, dan Surabaya - Malang. Di Sumatera, pembangunan jalan kereta api dilakukan pada akhir abad ke-19. Di tahun 1883, Maskapai Tembakau Deli telah memberi ide untuk membangun jalan kereta api. Pembangunan jalan kereta api ini direncanakan untuk dibangun di daerah-daerah yang sudah dikuasai dan yang akan dikuasai, misalnya Aceh. Pembangunan jalan kereta api di Sumatra ini juga berdasarkan dari kemajuan politik dan militer.
Nah, sekarang kamu sudah tahu tentang bagaimana kemajuan transportasi ketika masa penjajahan Belanda. Meskipun demikian, rakyat tetap menderita karena pembangunan jalan kereta api itu bukan untuk mereka, tapi untuk kemajuan Belanda sendiri. Sejarah tentang negara kita ini penting dan menarik untuk dipelajari secara lebih detail. Tertarik untuk mempelajari bab ini lebih lanjut kan? (mdk/iwe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya