Strategi Spesial Daihatsu Tambah Produksi Penuhi Lonjakan Pesanan

Minggu, 18 April 2021 13:50 Reporter : Syakur Usman
Strategi Spesial Daihatsu Tambah Produksi Penuhi Lonjakan Pesanan pabrik Daihatsu Indonesia. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Pabrikan otomotif terbesar di Indonesia, PT Astra Daihatsu Motor (ADM), memaksimalkan pasokan atau suplai untuk bisa memenuhi kenaikan permintaan terutama model yang mendapat relaksasi pajak (PPnBM).

Upaya optimalisasi pasokan itu dilakukan dengan special action Daihatsu, yaitu 3P (People, Production facility, and Part Control).

Penjualan mobil Daihatsu mengalami lonjakan drastis hingga 200 persen atau 2 kali lipat, khususnya model yang menikmati relaksasi pajak pada Maret 2021. Sementara itu dukungan pemasok Daihatsu hanya tersedia 20 persen terhadap kenaikan tersebut. Ada gap yang besar antara jumlah permintaaan dan pasokan.

Model kendaraan Daihatsu yang mendapat relaksasi pajak adalah Terios, Xenia, Gran Max Minibus, Luxio, dan Rocky. Kenaikan tertinggi ada pada model Terios dan Xenia.

Stephanus Surya, Planning and Control Department Head ADM, menjelaskan dengan implementasi 3P tersebut, targetnya dapat meningkatkan dan mempercepat produksi
Daihatsu.

Hal ini dibuktikan dengan capaian tact time yang lebih singkat menjadi 1,9 menit dari 3,1 menit untuk memproduksi sebuah mobil.Kemudian kapasitas unit yang mampu diproduksi dalam satu tahun pun meningkat menjadi 460 ribu unit dari semula 330 ribu unit.

“Daihatsu berharap, melalui upaya dan implementasi 3P ini, dapat meningkatkan pasokan agar lebih memaksimalkan produksi agar dapat memenuhi permintaan pelanggan," ujar Stephanus dala jumpa pers daring, kemarin (16/4).

Lima Pabrik dan Ribuan Pemasok

Saat ini ADM memiliki 5 pabrik yang terdiri dari pabrik stamping, mesin, casting, perakitan Sunter, dan perakitan Karawang. Kelima pabrik itu dipasok oleh ribuan vendor. Rinciannya, 92 persen atau 1.548 pemasok komponen lokal, 6 persen atau 101 pemasok komponen multisumber, dan 2 persen (34 pemasok komponen Jepang).

Para pemasok tersebut hanya mampu menambah produksinya sekitar 20 persen, karena masih menerapkan protokol kesehatan dalam proses produksinya sehingga volume produksi komponennya pun terbatas.

Ada tiga sektor yang dilakukan untuk meningkatkan produksi, yakni ‘People’ untuk meningkatkan jumlah pekerja dan shift, meningkatkan fasilitas sesuai protokol kesehatan, dan membentuk ‘Kaizen Task Force Team’ terkait efisiensi plus produktivitas kerja.

Kedua, ‘Production Facility' atau menambah alat produksi, terutama jig welding dan robot pengecatan, serta memanfaatkan alat–alat produksi dari model yang sudah ‘run out’ atau tidak lagi dijual.

"Ketiga, Parts control, yakni kami menambah stok bahan baku produksi dari 5 hari menjadi 14 hari supaya produksi lebih stabil kala pandemi,” jelas dia.

Sejak program relaksasi pajak dimulai pada 1 Maret lalu, pasar otomotif nasional meningkat secara signifikan menjadi sekitar 77 ribu unit, naik sebesar 65 persen dibandingkan Februari.

Peningkatan penjualan ritel juga dialami Daihatsu, yang meraih penjualan tertinggi sejak pandemi Covid-19 melanda Indonesia, yakni sekitar 12 ribu unit, naik sekitar 47 persen dibandingkan bulan sebelumnya. [sya]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini