Raksasa bisnis asal Vietnam, Vingroup, berhasil mendapat pinjaman dari sindikasi berkelanjutan internasional senilai US$ 400 juta pada 22 Desember lalu. Pinjaman ini akan digunakan untuk pengembangan VinFast, anak usaha di bisnis otomotif, dan anak usaha lainnya.
Ini adalah pinjaman sindikasi kedua, setelah Vinpearl, anak usaha Vingroup di bisnis properti, berhasil menerbitkan obligasi berkelanjutan senilai US$ 425 juta pada September lalu.
Dana pinjaman sindikasi internasional ini akan digunakan oleh VinFast dan anak usaha lainya untuk proyek hijau dan berkelanjutannya. Ini sesuai dengan kerangka investasi berkelanjutan yang diumumkan Vingroup pada September tahun ini.
Sindikasi pinjaman ini terdiri dari BNP Paribas, Cathay UNited Bannk, Credit Suisse, HSBC, Maybank, dan Taipei Fubon.
Nguyen Viet Quang, Vice Chairman and Chief Executive Officer Vingroup, mengatakan keberhasilan pinjaman sindikasi berkelanjutan ini karena kami mendapat dukungan penuh dari lembaga pinjaman internasional terhadap area komitmen invetasi berkelanjutan kami termasuk di Vinfast.
"Tujuan kami adalah membuat VinFast sebagai manufaktur global kendaran listrik pintar yang menawarkan kendaraan ramah lingkungan kepada masyarakat," ujar Quang dalam rilisnya pada Merdeka.com, Selasa (28/12).
Tim Evans, General Director HSBC Vietnam, menambahkan HSBC Vietnam bangga mendukung tujuan pembangunan hijau dan berkelanjatan Vingroup.
"Kami apresiasi kemitraan ini, sebagai bisnis masa depan untuk berkontribusi pada tujuan Vietnam mengatasi perubahan iklim. Kami berkomitmen jangka panjang untuk membantu bisnis lokal membangun Vietna lebih hijau," katanya.
"BNP Paribas juga terhormat bisa mendukung Vingroup, kustomer utama kami," tambah Olivier Rousselet, General Director of BNP Paribas Vietnam.
Vingroup (VIC) dirintis pada 1993, sebagai salah satu konglomerat di Vietnam dengan kapitalisasi US$ 35 miliar. Vingroup saat ini memiliki linis bisnis: teknologi, industri, dan jasa.