Waspada di Jalan, Enam Tips Aman Berkendara di Musim Hujan

Agar aman mengendarai mobil saat hujan, berikut tips menjadikan perjalanan nyaman sampai tujuan!

Syakur Usman
Oleh Syakur Usman - Reporter
Waspada di Jalan, Enam Tips Aman Berkendara di Musim Hujan
Waspada Cuaca Ekstrem Musim Hujan. ©2021 Merdeka.com/Iqbal Septian Nugroho

Hati-hati berkendara saat musim hujan. Sebab kondisi jalan cenderung basah dan licin sehingga berpotensi terjadi kecelakaan di jalan. Maka itu, Anda mesti jeli melihat dan menganalisis kondisi jalan licin atau rusak.

Belum lagi situasi lalu lintas yang padat dan pandangan yang terhalang menjadi tantangan tersendiri yang harus diantisipasi.

"Memasuki musim hujan terutama di kota-kota besar, biasanya banyak terjadi kecelakaan. Apakah itu kecelakaan tunggal atau tabrakan dengan kendaraan lainnya. Jalan licin dan rusak, ditambah visibilitas tak baik dari dalam kabin, wajib diperhatikan, selain kondisi teknis di kendaraan. Maka itu, kita harus menyiapkan kondisi berkendara terbaik di mobil sebelum berkendara di musim hujan," ujar Linda Widjaja, Vice President PT VKOOL Indo Lestari, kemarin (4/11).

Agar aman mengendarai mobil saat hujan, berikut tips menjadikan perjalanan nyaman sampai tujuan:

1. Pastikan tekanan udara ban sesuai anjuran pabrikan.
Ban mobil harus dalam keadaan normal termasuk tekanan udara. Ini penting untuk menghindari mobil tidak stabil saat dikemudikan dan membuat kendaraan tergelincir. Acuan tekanan biasanya terdapat di pilar pintu pengemudi. Jika ban sudah tipis, sebaiknya diganti karena ban tipis mengakibatkan grip berkurang dan pembuangan air jadi minim. Mudah pula terjadi aquaplannig (ban tak menapak saat melalui jalan basah).

2. Periksa kondisi semua lampu mobil.
Lampu mobil saat hujan jadi media untuk mendeteksi obyek di depan kita, sekaligus memperjelas pandangan pengendara. Cara aman berkendara saat hujan adalah memastikan kondisi semua lampu mobil berfungsi dengan baik. Yang perlu dicek adalah lampu besar (headlamp) jarak dekat dan jauh, lampu sign dan lampu darurat.

Bagian-bagiannya yang harus dicek: pelindung lampu, bagian arah lampu, misalnya headlight agar lebih jelas dalam melihat sekitar dan orang lain melihat kendaraan Anda. Jangan sampai headlight yang Anda gunakan malah mengganggu penglihatan pengendara lain. Ketika hujan, pengendara lain dan Anda juga mengalami gangguan yang sama.

3. Jaga jarak kendaran lebih jauh dibandingkan cuaca normal.
Saat hujan, selain licin, konsentrasi Anda terganggu, juga jarak pandang menjadi terbatas. Apalagi bila Anda kebetulan mengendarai mobil pada malam hari atau siang hari, tapi hujan lebat sehingga suasana di luar gelap. Menjaga jarak kendaraan di atas jarak normal menjadi salah satu tindakan tepat. Biarkan mobil di depan Anda menjauh dengan jarak sekitar 6 detik dari mobil Anda, atau hingga di luar jarak pandang Anda.

Pada musim hujan, jalanan biasanya mudah keropos dan rusak. Sedangkan struktur jalan biasanya juga tidak selalu sama, makin ke pinggir makin tidak rata dan mudah rusak. Cara mengantisipasi kondisi jalan seperti ini adalah hindari berkendara di bagian sisi tepi jalan. Bagian pinggir jalan tersebut strukturnya lebih rendah dibanding bagian tengah jalan. Saat kena air hujan dan kondisi jalanan basah, seringkali timbul genangan air.

Jadi untuk menghindari genangan air tersebut, pilih bagian tengah jalan karena pada bagian ini biasanya lebih kering atau tidak terlalu dalam genangannya. Terlalu ambil pinggir jalan saat melintasi jalanan dalam kondisi basah juga berpotensi membuat kendaraan Anda selip atau terperosok.

5. Jangan sampai pandangan terhalang.
Cara aman berkendara saat hujan adalah memperhatikan jangan sampai pandangan Anda terhalang. Caranya, bersihkan kaca depan mobil dan kaca belakang dari berbagai kotoran yang menempel.

Jangan lupa juga membersihkan kaca film di bagian dalam. Meski dipasang di bagian dalam, seringkali kaca film tersentuh tangan, sehingga berminyak.

Urusan merawat kaca film bukan perkara sulit. Anda cukup membersihkannya secara rutin. Cara ini pun tidak membutuhkan cairan khusus. Jika menggunakan cairan khusus justru berpotensi merusak kaca film akibat mengandung bahan kimia tertentu. Jadi sebaiknya bersihkan saja menggunakan air biasa. Kalau ada noda, bisa dibasahkan dengan air, lalu dilap hingga bersih dan kering.

6. Penggunaan kaca film bening terbaik.

Gunakan kaca film berteknologi tinggi dengan tampilan bening, seperti VK70. Pasalnya, tidak ada kaca film lain yang meneruskan cahaya dan menolak panas sebaik dan semaksimal V-Kool. VK 70 memiliki penerusan cahaya tampak tertinggi sehingga Anda bisa menikmati pemandangan yang leluasa dengan visibilitas baik pada siang atau malam hari.

"Sangat penting memperhatikan visibilitas, karena kalau visibilitas tidak bagus, otomatis kewaspadaan berkendara berkurang. Pemilihan kaca film sangat penting, jika terlalu gelap, pandangan akan terganggu atau buram. Pastikan kaca film Anda berkualitas baik, sehingga kejelasan daya pandang yang dihasilkan tidak berkurang," ujar Linda Widjaja.

Linda menyarankan agar memilih kaca film berkualitas dengan tingkat kegelapan tidak lebih dari 40 persen untuk kaca depan. Sebab penggunaan kaca film dengan kegelapan di atas 40 persen bisa mengurangi pandangan terutama di malam hari atau saat hujan.

Memasuki musim hujan, adalah bijak bila Anda pertimbangkan memasang kaca film lebih bening. Apalagi V-Kool memberikan penawaran sangat menarik di Pameran Otomotif Online Terlengkap “Tokopedia Garage Otofair” yang berlangsung hingga 11 November 2021.

Untuk menikmati promo ini, Anda bisa berbelanja kaca film V-Kool di Tokopedia dan mendapat potongan sebesar 30 persen Off + (6 persen up to Rp 1 Juta) dengan memasukkan kode promo KOOLNOV pada fitur kode promo.

“Promo ini untuk memberikan kesempatan bagi konsumen mendapat kenyamanan terbaik dalam enolakan panas, juga dengan kemudahan alur transaksi yang disokong dengan kemajuan teknologi," ucapnya. Bersama Tokopedia, konsumen akan dimudahkan baik untuk pemasangan ke outlet maupun layanan home service.

Rekomendasi