Tahun ini Mitsubishi Motors Corporation (MMC) merayakan hari jadi ke-50, meski Mitsubishi sudah memproduksi mobil pertamanya lebih dari 100 tahun silam.
Bagi MMC, tantangan tidak berhenti di tahun ke-50, tapi untuk menuju 100 tahun berikutnya. Semangat Mitsubishi Motors akan terus menjadi pemicu untuk menciptakan teknologi inovatif dan membawa setiap orang melewati tantangan dan mencapai mimpinya.
Untuk mencapai usia 100 tahun, Mitsubishi Motors tidak berjalan sendiri, tapi juga didukung oleh karyawan berdedikasi yang selalu berusaha merealisasikan harapan dan keinginan pengguna.
Juga para brand ambassador Mitsubishi Motors di seluruh dunia yang siap untuk menaklukan semua tantangan dalam mencapai mimpi mereka, sesuai dengan tagline “Drive your Ambition”.
Berikut ini pandangan brand ambassador Mitsubishi Motors di seluruh dunia:
(1) Daria Bilodid, atlet judo, Ukraina
Atlet judo profesional ini mendapat julukan “Anaconda dari Ukraina”. Ia memiliki gelar Honored Master of Sport of Ukraine, juara European Senior, dua kali juara dunia, dan juara European Games.
Sehari-hari Daria mengendarai Mitsubishi Eclipse Cross, karena desainnya modern dan stylish. Teknologi pada Eclipse Cross ini juga membantu dirinya dalam berkendara aman setiap hari, termasuk saat harus parkir sendiri.
Daria bangga menjadi brand ambassador Mitsubishi Motors dengan kampanye penggunaan sabuk pengaman. Ia menganggap keselamatan di jalan raya sangat penting, sehingga sangat antusias dengan teknologi keselamatan pada mobil-mobil Mitsubishi.
“Saya berambisi untuk menjadi nomor satu di olahraga ini dan membuat judo lebih popular di Ukraina, terutama bagi anak-anak. Saya akan terus bekerja keras untuk meraih hasil yang lebih baik dan juga kembali meraih gelar juara,” ucapnya.
(2) Carlos Burle, peselancar, Brasil
Carlos Burle adalah seorang peselancar profesional asal Recife, Brasil. Ia sudah menggeluti dunia selancar sejak usia 12 tahun dan merupakan mantan juara dunia sekaligus pemegang rekor dunia untuk selancar dengan ombak tertinggi di dunia.
Carlos memiliki Mitsubishi Triton/L200. Ia puas dengan Triton/L200 karena dapat memuat papan selancar beserta peralatan lainnya di model pick-up ini.
“Momen terbaik saya dengan mobil ini, saat semua peralatan selancar muat di bak belakang, dan saya tinggal naik jet ski untuk mencari ombak tertinggi di seluruh dunia. Ini merupakan pengalaman menyenangkan dan saya mencintai apa yang saya lakukan,” ungkap Carlos.
Advertisement
(3) Rifat Sungkar, Pebalap, Indonesia
Adalah pebalap profesional yang memulai karir dengan mengikuti “National Kart Raching Championship”. Rifat beralih ke sport rally dan berhasil menjadi juara junior dengan Mitsubishi Galant VR-4. Pada 1998, ia berpartisipasi di ajang Kejuaraan Nasional Sprint Rally dan berhasil menjadi juara lima kali berturut-turut dengan Lancer Evolution II, Lancer Evolution III, dan Lancer Evolution IV.
Sejak itu, Rifat mengikuti banyak ajang balap reli internasional, termasuk Rally Asia-Pasifik, World Rally Championship, dan Rally America National Championship dengan menggunakan Lancer Evolution VI, Lancer Evolution VIII, Lancer Evolution IX, dan Lancer Evolution X.
“Untuk kendaraan sehari-hari, saya menggunakan Pajero Sport, yang dapat diandalkan di berbagai situasi. Karena kadang saya harus mengendarai mobil ke area pelosok dengan medan jalan yang tidak bisa ditebak. Mobil ini sangat bertenaga, irit bahan bakar, dan nyaman terutama saat kena macet,” ujarnya.
“Saya harap Mitsubishi Motors terus menaklukan berbagai tantangan untuk kehidupan yang lebih baik. Saya juga mengharapkan dukungan agar dapat meneruskan warisan dan juga ‘spirit of ambition’ dari Mitsubishi Motors,” lanjutnya.
Pencapaian terbesar Rifat adalah ketika berhasil mengembangkan mobil keluarga (Mitsubishi Xpander) menjadi mobil reli. Meski kerap balapan dengan Lancer Evolution, Rifat yakin Mitsubishi Xpander punya jiwa sporty. Hasilnya, Xpander AP4 sebagai mobil balap pertama dengan konfigurasi tujuh penumpang dan akan berpartisipasi dalam kejuaraan reli nasional.
Advertisement
(4) Ken Noguchi, pendaki gunung,Jepang
Ken Noguchi adalah pendaki gunung asal Jepang yang lahir di Amerika Serikat. Ia sudah menaklukan gunung Mount Blanc, gunung tertinggi di Eropa saat berusia 16 tahun. Kemudian mendaki ke puncak gunung tertinggi di Afrika, Kilimanjaro, pada umur 17 tahun. Setelah itu, ia sukses meraih puncak gunung Everest di usia 25 tahun dan menjadi orang termuda yang berhasil menaklukkan semua “Seven Summits” atau tujuh puncak gunung tertinggi di tujuh benua.
Saat ini Noguchi aktif di kegiatan sosial termasuk membersihkan lingkungan di Himalaya dan gunung Fuji. Kesehariannya mengendarai Outlander PHEV dan Delica. Ia kerap menggunakan Outlander PHEV, karena mobil ini dapat dimaksimalkan untuk kegiatan kemanusiaan, sepertisaat gempa di Kumamoto pada 2016, Outlander PHEV digunakan untuk memasok listrik untuk tenda darurat.
“Hidup di luar Jepang bertahun-tahun, saya punya impresi kuat jika Mitsubishi Motors adalah merek yang dicintai banyak orang. Saya berharap Mitsubishi Motors bisa lebih terkenal lagi di luar Jepang selama 50 tahun ke depan,” ujarnya.
Nouguchi berambisi dapat lebih membantu orang lain dan pemerintah Jepang dalam membersihkan gunung Fuji, tindakan yang sudah dilakukan selama lebih dari 20 tahun.