Kesan Perdana Tembus Ruas Baru Tol TransJawa bersama Presiden Jokowi dan Pajero Sport

Mitsubishi Indonesia mengajak Merdeka.com menjajal perdana tujuh ruas baru tol Trans Jawa bersama rombongan presiden. Total jarak tujuh ruas baru itu mencapai 201 kilometer. Mengunakan Pajero Sport Dakar 4x2.

Syakur Usman
Oleh Syakur Usman - Reporter
Kesan Perdana Tembus Ruas Baru Tol TransJawa bersama Presiden Jokowi dan Pajero Sport
Ekspedisi tol transjawa 2018. ©2018 Merdeka.com

Jelang liburan akhir tahun sebuah ekspedisi singkat digelar kemarin (20/12). Bertajuk "Ekspedisi Tembus Tol Trans Jawa" dan berlokasi start di Surabaya, Jawa Timur, para pesertanya antara lain Presiden Joko Widodo dan rombongan, badan usaha milik negara (BUMN), serta Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo).

Ya, perkumpulan pabrikan mobil di Tanah Air berpartisipasi dengan membawa 27 unit kendaraan dari berbagai merek milik anggotanya. Sebut saja Mitsubishi, Daihatsu, Honda, Suzuki, Hyundai, Nissan-Datsun, dan DFSK. Mitsubishi Motors Indonesia membawa lima unit kendaraan terdiri dari dua model; Xpander dan Pajero Sport.

Mitsubishi Indonesia mengajak Merdeka.com dan beberapa media lain menjajal perdana tujuh ruas baru tol Trans Jawa bersama dengan rombongan presiden. Total jarak tujuh ruas baru itu mencapai 201 kilometer. Empat ruas berada di Jawa Timur dan tiga ruas di Jawa Tengah. Nah, dengan peresmian tujuh ruas baru itu, maka Merak (Banten) dengan Pasuruan (Jawa Timur) tersambung jalan tol, termasuk Jakarta-Surabaya.

Ekspedisi tol transjawa 2018 ©2018 Merdeka.com

Saya bersama seorang jurnalis dan pewarta foto mendapat mobil Pajero Sport Dakar 4x2 transmisi otomatis warna coklat gelap. Setelah didata panitia, mobil kami mendapat nomor urut 31. Sekitar jam 8 pagi, rombongan berangkat tanpa pengawalan polisi dari lokasi proyek Lagoon PT PP, Surabaya. Baru berjalan memasuki jalan tol, kemacetan pagi sudah menghadang. Saya menjadi pengemudi di sini.

Setelah lolos kemacetan pagi, kami langsung tancap gas untuk mengejar rombongan presiden di depan. Tujuan pertama adalah Simpang Susun Bandar yang berada di KM 671+700, sekaligus tempat peresmian empat ruas baru di Jawa Timur.

Simpang Susun Bandar berada di ruas tol Ngawi-Kertosono dalam seksi Wilangan-Kertosono.Tiga ruas lainnya di Jawa Timur adalah Jombang-Kertosono (seksi Bandar-Kertosono), Gempol-Pasuruan (Pasuruan-Grati), dan Surabaya-Gempol (relokasi Porong-Gempol).

Mengemudikan medium SUV Pajero Sport Dakar 4x2 membuat saya 'pede' melibas ruas baru di Jawa Timur ini. Kondisi jalan ruas baru ini cenderung lurus nan panjang dengan beton yang masih 'segar'. Kondisi jalannya mirip-mirip tol Cikampek-Palimanan (Cipali). Tiada tanjakan berarti atau turunan tajam. Sambungan antarbeton juga bagus dengan pengaspalan yang mulus.

Dengan kondisi begitu, saya memacu mobil bermesin kode 4N15 2.4L MIVEC dengan turbocharged dan intercooled, serta berkapasitas 2.442 cc ini dengan mantap. Bermaksud mengejar rombongan presiden, mobil saya pacu hingga kecepatan 150 kilometer per jam. Kecepatan ini saya capai dengan mudah berkat tenaga maksimum mobil ini mencapai 181 ps per 3.500 rpm.

Setir yang cukup berat membuat pengendalian mobil di kecepatan tinggi menjadi baik. Dan tentu saja tetap mengedepankan prinsip smart driving seperti menjaga jarak aman dan tidak menyalip kendaraan.

Kondisi betonnya masih segar sehingga cukup terang saat siang hari. Namun, berkat kekedapan kabin yang tinggi, suara ban yang biasanya bising ketika di jalan beton, tidak terjadi. Sayup-sayup suara ban memang terdengar saat melaju di kecepatan tinggi. Tapi tidak mengganggu.

Yang patut diacungkan jempol adalah suspensinya yang demikian empuk. Beton yang keras mampu diredam dengan baik, berkat sistem suspensi double wishbone-coil spring di depan dan 3 link type rigid axle-coil spring di belakang. Ban besar ukuran 265/60 ring 18 membuat kestabilan mobil baik saat dipacu.

Oya, ada paddle shift di lingkar kemudi Pajero Sport Dakar 4x2. Dengan transmisis otomatis 8-percepatan, membuat perjalanan perdana tembus tol Trans Jawa ini makin menyenangkan. Sebab perpindahan transmisi di gigi rendah begitu lembut, nyaris tanpa hentakan.

Sekitar satu jam perjalanan, kami pun sampai di Simpang Susun Bandar. Waktu menunjukkan jam 9 pagi. Panas begitu terik. Hampir 30 menit kami di sini. Rombongan presiden segera berangkat menuju Jembatan Kalikuto di Batang, Jawa Tengah.

Ekspedisi tol transjawa 2018 ©2018 Merdeka.com

Ruas Baru Jawa Tengah

Dari Simpang Susun Bandar, saya berganti posisi sebagai penumpang di baris kedua. Posisi menunjukkan Km 597 menuju Jembatan Kalikuto di Km 383. Waktu hampir 11 siang.

Sepanjang perjalanan cukup banyak informasi bermanfaat bagi pengemudi lewat rambu-rambu dan marka jalan tol. Jok penumpang baris kedua Pajero Sport Dakar yang bberbalut kulit terasa lembut di badan. Sudut jok yang cukup landai membuat badan ini rileks sepanjang perjalanan. Apalagi ditemani berbagai kudapan.

Mobil masih dipacu dengan kencang. Sebagai penumpang, saya merasa nyaman dan aman, apalagi medium SUV ini memiliki sistem keamanan aktif seperti sistem pengereman ABS dan EBD.

Berbeda dengan ruas Jawa Timur, kontur ruas jalan di Jawa Tengah sangat menantang. Banyak belokan, turunan, dan tanjakan yang cukup panjang. Perlu ekstra hati-hati di sini. Beberapa belokan diaspal di sini.

Kami berhasil mengejar rombongan presiden. Di rest area Km 591, rombongan berhenti untuk istirahat sejenak. Ada yang makan siang. Ada pula yang menunaikan ibadah salat. Tiba-tiba hujan turun.

Sekitar 20 menit kami di area istirahat Km 591 arah Semarang. Melanjutkan perjalanan menuju Jembatan Kalikuto. Untunglah fitur active stability and traction control (ASTC) di tipe Dakar. Jadi lebih mudah menaklukkan tikungan tajam dengan variasi menanjak serta menurun. Karena rombongan mobil ekspedisi ini sekitar 100 kendaraan, beberapa kali terjadi pemberhentian. Tak jarang rem jarak dekat dilakukan. Untunglah, Pajero Sport memiliki fitur keamanan aktif yang mumpuni termasuk sistem pengereman ABS dan EBD. Sehingga 'hambatan' itu bisa ditaklukkan.

Hujan turun di ruas Batang-Semarang. Sehingga kami harus menurunkan kecepatan. Maklum saja ruas ini penuh turunan/tanjakan tajam nan panjang. Sempat berhenti beberapa menit untuk mengisi bensin tiga unit Mitsubishi Xpander, kami tiba di Jembatan Kalikuto sekitar jam 15.

Inilah finish kami, sekaligus tempat peresmian tiga ruas tol Jawa Tengah; Pemalang-Batang (segmen Simpang Susun Pemalang-Pasekaran), Batang-Semarang (Pasekaran-Simpang Susun Krapyak), dan Semarang-Solo (Salatiga-Kartasura) dengan total panjang 142 kilometer.

Ekspedisi kami pun berlabuh di Jembatan Kalikuto. Pesta rakyat dibuat sekitar 1 kilometer dari jembatan demi peresmian ini. Selain pesta rakyat, pemerintah menggratiskan tujuh ruas baru tersebut di tol Trans Jawa ini hingga 1 Januari 2019 bagi yang ingin berlibur atawa merayakan tahun baru di sepanjang Pulau Jawa.

Selamat menikmati tol Trans Jawa!

Rekomendasi