Otosia.com -
Bagaimana dengan persiapan perjalanan mudik ke kampung halaman Anda sekalian? Pastinya inilah saat yang Anda nantikan, bisa berkumpul dengan sanak saudara, keluarga besar dalam suasana penuh suka cita.
Melanjutkan tips aman dan nyaman bagi Anda yang melakukan perjalanan mudik dengan menggunakan roda dua, alangkah baiknya lebih mempersiapkan segala sesuatunya dengan sempurna.
Pastinya Anda tidak mau kehilangan atau terganggu saat menanti momen bahagia tersebut ketika mengalami kendala yang bisa merepotkan perjalanan mudik.
Berikut tips lanjutan atau part kedua yang bisa membantu Anda untuk menjalani aktifitas mudik berkendara roda dua dengan aman dan nyaman:
- Posisi atau postur mengendarai motor juga penting karena berkaitan dengan keseimbangan saat mengendarai roda dua. Mata harus melihat jauh ke depan (ke arah yang hendak dituju) agar jarak pandang menjadi lebih luas. Posisi pundak harus santai dan rileks. Siku atau tangan sedikit menekuk dengan santai, dan tangan memegang bagian tengah dari gas tangan di mana Anda dapat dengan mudah untuk mengoperasikan handle rem atau kopling dan saklar. Posisi duduk harus dibuat semudah mungkin, agar Anda dapat mengoperasikan stang, kemudi dan rem dengan mudah. Untuk lutut, secara ringan menekan tangki bahan bakar (tipe sport). Pada kaki, letakkan bagian tengah telapak kaki Anda pada sandaran kaki, dan jari kaki menghadap ke depan. Sementara ibu jari kaki secara ringan berada di atas pedal rem dan pedal gigi.
- Untuk pandangan, kaca spion harus diatur dengan benar guna mendapatkan pandangan yang lebih luas. Sangat penting untuk melihat kaca spion dan mengecek langsung kondisi di sekitar pengendara.
- Pastikan juga lampu-lampu dalam keadaan baik. Pastikan lampu sein, lampu rem dan lampu depan berfungsi dengan baik. Lampu sein dan lampu rem digunakan sebagai tanda bagi pengguna jalan yang lain untuk mengetahui tujuan Anda, karena motor berbagi jalan dengan pengguna kendaraan lain, seperti pengemudi mobil, sepeda dan pejalan kaki.
- Ketika berada di jalan, gunakanlah jalur kiri dan hati-hati dengan kemunculan kendaraan yang datang mendadak dari arah yang berlawanan. Jangan berkendara sepanjang sisi kanan jalan meskipun tidak ada kendaraan lain dari arah yang berlawanan. Mengemudikan motor di sebelah kanan jalan akan menyebabkan tabrakan yang dapat mengakibatkan luka serius atau bahkan kematian.
- Begitupula ketika berpindah jalur. Ketika Anda hendak berpindah jalur, sangat penting memberi tanda ke arah yang Anda tuju bagi pengendara lain dengan menyalakan lampu sein 3 detik sebelumnya. Pengendara juga harus memperhatikan kaca spion, terutama melihat kendaraan di belakangnya sebelum berpindah jalur. Bagaimana ketika melewati persimpangan jalan? Ketika belok ke kiri atau kanan di persimpangan, sangat penting untuk menyalakan lampu sein 30 meter sebelum mendekati persimpangan tersebut untuk memberikan tanda arah yang hendak Anda tuju kepada pengguna lain. Sebelum berpindah jalur, pastikan kondisi keamanan dan keadaan lalu lintas di sekitar Anda. Jangan hanya melihat kaca spion, karena kaca spion memiliki keterbatasan pandangan.
- Ketika berkendara, Anda juga harus hati-hati dan mengantisipasi rintangan di jalan. Batu, pasir, kerikil, tanah atau lumpur membuat permukaan jalan sangat licin dan dapat menyebabkan sepeda motor tergelincir dan jatuh. Untuk itu, hindari dengan mengurangi kecepatan, terutama saat berada pada permukaan jalan yang baik ke arah permukaan jalan yang buruk. Hindarilah berbelok terlalu patah, dan pengereman terlalu keras saat melalui jalan dengan kondisi seperti ini.
- Waspadalah terhadap lubang di jalan, dan selalu untuk melihat permukaan jalan di depan Anda karena ada beragam bentuk lubang di permukaan jalan, dan perbedaan ketinggian pada bahu jalan.
- Pejalan kaki yang menyeberang jalan juga harus diperhatikan. Ketika naik motor, pengendara motor tidak harus selalu hati-hati dengan pengendara yang lain, tapi juga perilaku pejalan kaki dan hewan.
- Ketika berkendara di malam hari, sinar lampu depan motor juga memiliki keterbatasan penyinaran pada malam hari, karena itu tetap tingkatkan kewaspadaan.
- Sebaiknya berhentilah setiap 2 - 3 jam sekali untuk beristirahat. Berhentilah jika merasa lelah dan ngantuk. Manfaatkan waktu istirahat Anda dengan mengisi bahan bakar, shalat atau merenggangkan otot-otot tubuh. Manfaatkan waktu istirahat antara 15 - 30 menit
- Patuhilah rambu-rambu lalu lintas, dan jangan lupa bawa surat-surat kendaraan, SIM dan STNK demi kenyamanan Anda berkendara.
Semoga Anda selamat sampai tujuan di kampung halaman, dan merayakan hari kemenangan bersama keluarga.
(kpl/nzr/abe)