Pasar Ban Gajah Tunggal di Amerika Serikat Menggembirakan
Merdeka.com - Pabrikan ban terbesar di Asia Tenggara asal Indonesia, PT Gajah Tunggal Tbk, mendapat berkah di pasar ban Amerika Serikat tahun ini. Berkah itu berupa kebijakan antidumping yang diterapkan pemerintah Amerika Serikat (AS) kepada produk ban dari China. Akibatnya, produk ban dari China tidak bisa masuk ke pasar Amerika.
Pasar ban kami di semester I tahun ini baik, yang ditopang pertumbuhan pasar ekspor, terutama pasar Amerika Serikat yang tinggi, akibat pengenaan kebijakan antidumping terhadap ban Cina. Akibatnya, pasar yang ditinggalkan ban China diisi oleh produk negara lain, antara lain ban produk Gajah Tunggal," kata GM Sales & Retail Gajah Tunggal Arijanto Notorahardjo, menjawab Merdeka.com, usai peresmian Taman Diponegoro di Salemba, Jakarta, yang dibangun oleh Gajah Tunggal, Kamis (20/10) sore.
Peresmian Taman Diponegoro-Gajah Tunggal itu dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Turut hadir pula Presiden Direktur Gajah Tunggal Budhi Santoso Tanasaleh dan jajaran direksi, para pejabat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dan lain-lain.
Menurut Arijanto, pasar Amerika Serikat sangat penting, karena porsinya terbesar terhadap penjualan ekspor perseroan. Dari 85 persen pasar ekspor ban Gajah Tunggal, sekitar 70 persen datang dari pasar Amerika Serikat.
Saat ini kapasitas produksi ban kendaraan penumpang Gajah Tunggal mencapai 16,5 juta unit per tahun. Dari jumlah itu, sekitar 85 persen dipasarkan ke luar negeri alias ekspor. Jadi hanya sekitar 15% yang dipasarkan ke domestik.
Sementara produksi ban kendaraan niaga sebanyak 4,2 juta unit per tahun, tapi seluruhnya untuk pasar domestik. Sedangkan ban untuk sepeda motor kapasitas produksinya 31 juta unit per tahun.
Secara umum, kata dia, pasar ban sudah pulih di Tanah Air. Khusus pasar ban Gajah Tunggal sendiri, kondisinya ditolong oleh pasar ekspor yang mendominasi penjualan. Karena itu, perbaikan pasar ban ini terus berlanjut hingga akhir tahun ini dan tahun depan (2017).
"Kami optimistis pasar ban 2017 lebih bagus dari tahun ini. Kami melihat beberapa program pemerintah berhasil, seperti tax amnesty, pembangunan infrastruktur, serta penguatan kurs rupiah terhadap dolar AS," pungkasnya.
(mdk/gni)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya